Mother&Baby Indonesia
13 Dampak Kelahiran Prematur bagi Tumbuh Kembang Bayi

13 Dampak Kelahiran Prematur bagi Tumbuh Kembang Bayi

Anak tumbuh sehat, cerdas, dan ceria tentu menjadi harapan semua orang tua. Namun faktanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan angka kematian bayi di Indonesia cukup tinggi. Bahkan, setiap 1 jam terdapat 10 kematian bayi. Salah satu penyebab kematian bayi terbanyak adalah prematuritas dan infeksi. Untuk itu, sangat penting untuk merawat bayi prematur sebaik mungkin.

 

Saat bayi prematur lahir, banyak sekali gangguan jangka panjang maupun jangka pendek yang mungkin dialami. Menurut IDAI dan organisasi March of Dimes, inilah beberapa masalah kesehatan tersebut:



 

JANGKA PENDEK

1. Penurunan Suhu

Bayi prematur mudah mengalami penurunan suhu di bawah normal, yaitu kurang dari 36,5 derajat Celcius. Penurunan suhu ini dapat membuat bayi sesak napas, lemah, pucat, ataupun berwarna biru karena kekurangan oksigen.

 

2. Jaundice

Bayi prematur lebih rentan terkena sakit kuning dibanding bayi lahir cukup bulan. Penyebabnya adalah karena organ hati mereka belum berkembang sempurna, sehingga fungsinya juga belum maksimal.

 

3. Respiratory Distress Syndrome (RDS)

Dalam satu tahun, sekitar 23.000 bayi yang lahir kurang dari 34 minggu mengalami RDS, atau sindrom gawat napas. Hal ini disebabkan oleh paru-paru bayi yang belum matang sempurna.

 

4. Ketergantungan Psikologis

Secara psikologis, tingkat ketergantungan bayi pada ibunya masih sangat tinggi. Ia ingin selalu didekap seperti saat masih dalam kandungan. Maka jika bayi sudah bisa keluar dari inkubator, sebaiknya Moms memberikan perawatan metode kangguru atau skin to skin contact, agar panas badan ibu mengalir ke bayi. Inilah inkubator alami yang bebas biaya.

 

JANGKA PANJANG

5. Gangguan Kecerdasan

Menurut organisasi March of Dimes, kelahiran prematur dapat memberi dampak pada gangguan perkembangan dan intelektual. Masalah ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami keterlambatan perkembangan fisik, belajar, komunikasi dan bergaul dengan orang lain, dan mengurus diri sendiri.

 

6. Masalah Perilaku

Masih dari sumber yang sama, kelahiran prematur juga bisa mengakibatkan masalah perilaku, termasuk cemas berlebih dan ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder.

 

7. Cerebral Palsy



Masalah saraf juga sering diderita anak yang lahir prematur. Masalah itu bisa jadi cerebral palsy, yang memengaruhi otak, tulang punggung, dan saraf seluruh tubuh.

 

8. Asma

Masalah ini menyerang saluran pernapasan anak yang membuatnya terasa seperti tercekik. Saat baru lahir, bayi prematur juga rentan terkena apnea atau henti napas selama 20 detik atau lebih.

 

9. BPD

Dikenal juga dengan bronchopulmonary dysplasia, penyakit paru-paru kronis yang membuat organ tersebut tumbuh tidak normal atau bengkak. Waktu demi waktu, masalah ini bisa membaik, tetapi ia akan mengalami gejala seperti asma sepanjang hidupnya.

 

10. Infeksi

Sistem imun pada bayi prematur belum sempurna, sehingga mereka lebih rentan terserang virus, bakteri, atau organisme lain yang menyebabkan ifneksi. Contoh infeksinya adalah pneumonia (infeksi paru-paru), sepsis (infeksi darah), dan meningitis (infeksi selaput otak).

 

11. Gangguan Penglihatan

Anak yang lahir prematur lebih rentang mengalami masalah penglihatan, seperti retinopathy of prematurity (ROP)

 

12. Gangguan Pendengaran

Masalah ini umum terjadi pada bayi prematur, yang memang lebih rentang mengalami gangguan pendengaran dibanding mereka yang lahir tepat waktu.

 

13. Masalah Gigi

Biasanya, bayi prematur mengalami pertumbuhan gigi yang terlambat. Selain itu warna giginya juga mudah berubah dan tumbuh berantakan. (Tiffany/Dok. Freepik)

 

Baca juga:

Ini Cara Ampuh Cegah Persalinan Prematur



Tags: prematur,   bayi,   tumbuh_kembang,   anak,  










Cover April 2020