Mother&Baby Indonesia
20 Tips Kehamilan Terbaik dari Para Dokter Kandungan

20 Tips Kehamilan Terbaik dari Para Dokter Kandungan

Untuk menjaga kandungan Anda tetap sehat, sebaiknya Anda selalu mengikuti saran dan anjuran dokter kandungan Anda. Untuk itu, kami telah merangkum 20 tips terbaik dari para dokter kandungan, agar bumil dan janin yang dikandungnya selalu sehat.

 

1. Tips mencegah peningkatan berat badan berlebih saat hamil.



“Konsumsi probiotik, menu makan seimbang, dan olahraga sejak trimester awal kehamilan ternyata dapat mencegah peningkatan berat badan berlebih selama kehamilan dan pasca melahirkan.”

dr. Uf Bagazi, Sp.OG, dari Brawijaya Women and Children Hospital

 

2. Tips cermat mengonsumsi asam folat.

“Penuhi kebutuhan asam folat saat hamil, bisa dengan makanan segar atau dengan suplemen yang mengandung setidaknya 400 mikrogram asam folat. Nutrisi ini dapat mengurangi risiko kegagalan kandungan, cacat tabung saraf pusat, anemia, dan preeclampsia.”

dr. Indra N.C. Anwar, Sp.OG dari Morula IVF Bunda International Clinic

 

3. Tips mencegah infeksi vagina saat hamil.

“Jaga kelembapan vagina agar terhindar dari risiko infeksi vagina saat hamil. Vagina yang lembap, hormon-hormon kehamilan, dan meningkatnya lemak pada ibu hamil membuat wanita hamil rentan terkena infeksi vagina.”

Prof. DR. dr. Ali Baziad, Sp.OG (K), dari FKUI-RSCM dan Brawijaya Women and Children Hospital

 

4. Tips mengatasi morning sickness.

“Secara empirik, vitamin B6 dapat meredakan keluhan mual, namun bantuan antiemesis diperlukan apabila dengan vitamin saja keluhan tersebut tidak membaik. Untuk mensiasati rasa mual yang sering terjadi pada saat hamil, usahakan makandengan pola small frequent feeding.”

dr. Tirsa Verani, Sp.OG dari Brawijaya Women and Children Hospital

 

5. Tips bepergian jauh saat hamil.

“Idealnya perjalanan jauh (lebih dari 5 jam) dilakukan ketika kehamilan berusia 14-32 minggu. Namun kalau tujuannya dekat, hanya memakan waktu 1-2 jam, kehamilan 38 minggu pun tidak masalah. Pastikan kehamilan normal, tidak ada keluhan (bebas mual, muntah, pusing, stres, tekanan darah tinggi, asma, dan penyakit jantung). Pastikan juga ibu hamil hanya jadi penumpang, ya.”

Prof. DR. dr. Ali Baziad, Sp.OG (K), dari FKUI-RSCM dan Brawijaya Women and Children Hospital

 

6. Tips mencegah infertilitas sekunder.

“Infertilitas sekunder dapat dicegah, caranya dengan menjaga kesehatan reproduksi istri dan suami, juga dengan menghindari stres. Stres dapat meningkatkan hormon prolaktin dalam tubuh, dan hormon ini dapat menekan hormon kesuburan yang Anda butuhkan untuk hamil.”

dr. Wira Dwi Putri, Sp.OG, dari RS Mitra Keluarga Cibubur

 

7. Tips bagi penderita lupus yang ingin hamil.

“Penderita SLE (systemic lupus erythematosus) tentu saja boleh hamil, tapi memang kehamilannya harus lebih terencana. SLE tidak diturunkan, juga tidak secara langsung mengakibatkan keterbelakangan mental dan cacat bawaan pada anak.”

dr. Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, dari Mayapada Hospital - Lebak Bulus

 

8. Tips mengatasi wasir kehamilan.

“Cegah wasir kehamilan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Perbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat, air putih, dan olahraga teratur. Untuk menjaga ibu hamil tetap bugar, wanita hamil bisa renang atau yoga selama 1 jam 2 kali seminggu. Cegah juga wasir dengan menghindari duduk terlalu lama dan konsumsi makanan pedas. Walau wasir terkesan menyeramkan, namun Anda tidak perlu panik karena wasir kehamilan bersifat temporer.”

dr. Nurwansyah, Sp.OG, dari RSB Asih.

 

9. Tips memilih posisi tidur.

“Posisi terbaik untuk berbaring dan tidur sangat bervariasi, disesuaikan dengan kenyamanan calon ibu. Yang terpenting, bagaimanapun posisi ibu berbaring atau tidur, selalu letakkan bantal di bawah kepala dan bukan di bahu. Agar semakin nyaman, letakkan bantal tipis di antara kedua kaki saat berbaring menyamping. Cobalah tidur pada posisi di mana tulang belakang tetap dalam keadaan lurus.”

dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, Sp.OG, dari RS Pondok Indah – Puri Indah

 

10. Tips mengonsumsi antibiotik.

“Bayi yang terpapar antibiotik saat dalam kandungan memiliki kekuatan melawan infeksi lebih rendah. Jadi, lebih baik hindari konsumsi antibiotik, terutama saat hamil.”

dr. Sofani Munzila, Sp.OG, dari RSIA YPK Menteng

 

11. Tips mengatasi mata kering.

“Hormon kehamilan adalah salah satu penyebab mata bumil terasa lebih kering dan kadang seperti berpasir. Anda bisa mengatasinya dengan membasahi mata menggunakan obat tetes. Ada baiknya pula jika sementara waktu Anda menggunakan kacamata dan mengurangi pemakaian lensa kontak”



dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG, M.Kes, dari MRCCC Siloam Hospitals - Semanggi

 

12. Tips menjaga kehamilan tetap sehat.

“Sangat penting bagi ibu hamil mengetahui berbagai informasi seputar kehamilan, juga mengenali tanda-tanda klinis pada dirinya. Ibu juga harus rajin melakukan konseling kepada dokter kandungannya, sekaligus menjaga asupan nutrisi dengan benar. Selain karbohidrat, protein, maupun lemak, zat gizi mikro juga perlu tercukupi, di antaranya adalah asam folat, vitamin D, zat besi, dan kalsium.”

dr. Aditya Kusuma, Sp.OG, dari RSIA Bunda Menteng

 

13. Tips mengatasi kaki kram.

“Studi menunjukkan, kaki atau bagian tubuh lain yang kram saat hamil karena kurangnya magnesium dan kalisum dalam tubuh. Kalau sering kram, mulailah minum susu 3 kali sehari, untuk menambah magnesium dan kalsium dalam tubuh. Ibu hamil juga dapat meregangkan otot saat bangun tidur, atau mengikuti prenatal yoga.”

dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG dari Brawijaya Woman and Children Hospital

 

14. Tips agar bayi lahir sehat.

“Untuk mendapatkan bayi yang sehat sebaiknya rencanakan kehamilan sebelum Anda berusia 35 tahun. Ada baiknya Anda berkonsultasi juga dengan dokter sebelum memutuskan untuk hamil. Vaksinasi rubella dan cacar air perlu juga dilakukan. Rajinlah mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti jus jeruk,kacang-kacangan, dan sayuran hijau untuk mencegah kelainan tulang belakang pada janin. Saat Anda mengandung, periksakan kehamilan secara rutin, kontrol gula darah, jaga agar berat badan tetap ideal, hindari kopi, rokok, jamu, dan alkohol.”

dr. Irvan Adenin, Sp.OG (USG) dari RSIA Tambak, Jakarta

 

15. Tips menghitung gerakan janin.

“Janin di dalam kandungan yang berusia 4 atau 5 bulan memang sangat aktif bergerak. Tetapi, ada juga waktu di mana gerakannya tidak terlalu aktif, seperti di malam hari, karena sama seperti kita, janin juga perlu tidur. Janin yang sehat dan normal bergerak minimal 2-3 kali dalam 1 jam. Gerakan ini bisa Anda rasakan pada pagi hingga malam hari. Jika Anda tiba-tiba tidak merasakan janin bergerak sama sekali dalam 1 jam, terutama pada waktu pagi dan sore hari, rangsang dengan memperdengarkan bunyi-bunyian di dekat perut agar ia bergerak.”

dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG, M.Kes, dari MRCCC Siloam Hospitals – Semanggi

 

16. Tips mendeteksi janin terkena down syndrome.

“Down syndrome merupakan kelainan kromosom yang disebut trisomi 21. Kelainan ini bisa dideteksi sejak kehamilan dini melalui pemeriksaan USG 3 atau 4 dimensi dan dapat muncul pada lebih dari 1 organ. Namun, baru terlihat jelas pada masa tumbuh-kembang setelah Si Kecil dilahirkan. Kelainan ini ditandai dengan adanya penebalan punuk janin pada usia kehamilan 9-14 minggu, tidak adanya tulang hidung, rendahnya letak telinga, kelainan jantung, wajah bayi terlihat lebar dan datar, tulang tangan pendek, bibir sumbing, dan sebagainya.”

dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG, dari RSIA YPK-Menteng

 

17. Tips facial saat hamil.

“Jika Anda sebelumnya tidak biasa facial, sebaiknya jangan mulai saat sedang hamil.  Karena selain lebih sakit, hasil facial pun tidak akan efektif. Jika Anda sudah terbiasa facial, Anda boleh facial sendiri di rumah dengan tujuan pembersihan. Atau jika meminta bantuan ahli facial, pakailah  bahan yang lembut. Ingat! Anda tidak dianjurkan melakukan galvanic facial, ekstraksi komedo dan jerawat, chemical peeling, atau herbal facial, karena akan membahayakan kulit sensitif Anda.”

dr. Sofani Munzila, Sp.OG, dari RSIA YPK Menteng

 

18. Tips memilih jenis persalinan berdasarkan kondisi mata.

“Kondisi mata minus lebih dari 5 memang harus hati-hati dalam memilih jenis persalinan. Sebaiknya untuk memastikan aman atau tidaknya Anda menjalani persalinan normal, Anda harus konsultasi ke dokter mata dan dokter ahli kandungan. Bila tidak memungkinkan, umumnya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan dengan operasi Caesar.”

dr. Fakriantini Jaya Putri, Sp.OG. dari RS Zahirah

 

19. Tips memenuhi cairan tubuh saat hamil.

“Asupan air yang kurang menyebabkan berkurangnya cairan ketuban hingga 8% dalam waktu yang relatif singkat. Maka, WHO 2003 menyarankan untuk memenuhi kecukupan cairan untuk hidrasi wanita hamil dengan mengonsumsi 4,8 liter per hari.”

DR. dr. Ali Sungkar, Sp.OG(K), dari RS Pondok Indah – Pondok Indah

 

20. Tips mengatasi sembelit saat hamil.

“Sembelit yang kerap terjadi pada bumil umumnya disebabkan karena pola makan kurang teratur dan kurang serat. Meningkatnya produksi hormon progesteron juga bisa menyebabkan sembelit karena membuat gerakan usus ikut rileks atau lambat, sehingga memperlambat saluran cerna. Sembelit juga bisa makin berat jika Anda mengonsumsi vitamin zat besi yang terlalu tinggi. Karena itu berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda, mengenai vitamin dengan kadar zat besi yang tepat dan cocok untuk Anda. Selain itu akan lebih baik lagi jika Anda memenuhi asupan zat besi alami dengan memakan langsung makanan yang mengandung zat besi, dan mulailah mengatur pola makan Anda dengan tepat.”

dr. Indra N.C. Anwar, Sp.OG, dari Bunda International Clinic, Jakarta.

(Tiffany Warrantyasri/Dok. Freepik)

 

Baca juga:

Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil



Tags: kehamilan,   kandungan,   tips,   dokter,   obgyn,   saran








Cover Januari - Februari 2020