Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 30 Oktober 2017 / Redaksi

7 Fakta Menarik tentang Anak Kembar

Moms, anak kembar memang sangat menggemaskan, ya. Tidak heran kalau banyak pasangan yang mendambakan kehamilan kembar. Ternyata, ada banyak fakta seru (dan belum banyak yang tahu) soal anak kembar lho, Moms. Apa saja ya fakta itu? Inilah 7 fakta menarik tentang anak kembar dan kehamilan kembar.

 

1. Riwayat Keluarga Anda

Ya, keluarga Anda, bukan keluarga suami Anda. Faktanya, keturunan kembar dari suami tidak akan meningkatkan kesempatan Anda punya anak kembar. “Semua ini tentang wanita, karena ia lah yang menghasilkan telur. Jadi, jika Anda atau ibu Anda kembar, atau mungkin kakak perempuan Anda punya bayi kembar, maka kesempatan Anda punya anak kembar akan meningkat,” ujar David Davies, konsultan kandungan di Portsmouth's Queen Alexandra Hospital.

 

2. Kembar Beda Ayah

Hal ini disebut juga dengan heteropaternal superfekundasi, yang terjadi jika seorang wanita berhubungan intim saat ovulasi dengan lebih dari satu pria. Sperma dari tiap pria membuahi sebuah telur, dan menghasilkan anak kembar. Walaupun fenomena ini sering terjadi pada kucing dan anjing, namun sangat jarang terjadi pada manusia.

 

Menurut buku Panduan Super Lengkap Hamil Sehat karya Dr. Suwignyo Siswosuharjo, Sp.OG., M.Kes dan Fitria Chakrawati, S.Sos., MM, kembar ini terjadi karena pembuahan dua sel telur atau lebih oleh sperma dalam siklus haid yang sama dari hubungan seks yang berbeda waktu. Dengan begitu, sangat mungkin jika ada dua pria yang menghamili satu wanita dan menghasilkan bayi kembar fraternal. Jadi, masing-masing pria itu menghasilkan satu bayi yang tumbuh bersama di rahim satu wanita, dan akan lahir di waktu yang sama.

 

3. Anak Kembar Membuat Ibunya Panjang Umur

Para peneliti dari University of Utah yang memelajari kelahiran dan kematian di tahun 1800 hingga 1970, menemukan bahwa para ibu dari anak kembar cenderung hidup lebih lama dibanding ibu yang tidak punya anak kembar.

 

4. Wanita 30 Tahun Lebih Mudah Hamil Kembar

Hamil kembar alami lebih sering didapati oleh wanita usia 30 hingga 40an. “Semua ini tentang cara kerja ovarium Anda, dan bagaimana fungsinya berubah seiring bertambahnya usia Anda. Jadi Anda mungkin akan melepaskan lebih dari satu telur tiap bulannya,” ujar Dr. David Davies, konsultan kandungan di Portsmouth's Queen Alexandra Hospital.

 

5. Kini Kehamilan Kembar Lebih Sering Terjadi

Sejak tahun 1980, angka kelahiran anak kembar telah meningkat hingga 76 persen! Salah satu penyebabnya mungkin karena wanita saat ini cenderung lebih tinggi. Menurut penelitian dari Long Islan Jewish Medical Center, wanita yang memiliki anak kembar dua atau lebih, biasanya lebih tinggi satu inci dibanding wanita yang melahirkan hanya satu anak.
 

6. Hamil saat Sudah Hamil

Hamil lagi, padahal di rahim sudah ada janin? Ya, kasus yang disebut superfetasi ini mungkin terjadi (walaupun sangat jarang). Menurut Dr. Suwignyo, janin baru terbentuk ketika di dalam rahim sudah ada janin dari pembuahan sebelumnya. Memang hampir sama dengan kembar fraternal, hanya saja kembar superfetasi berasal dari dua sel telur dari siklus haid yang berbeda. Saat periksa kandungan bisa terlihat kalau dua janin ini memiliki perkembangan yang berbeda.

 

7. Bahasa Antar Anak Kembar

Jika Anda mendengar bayi kembar saling mengoceh, mungkin itu adalah crypthophasia, bahasa si kembar yang hanya mereka yang bisa mengerti. Menurut penelitian yang dimuat di jurnal Institure of General Linguistics, bayi-bayi kembar kerap memanfaatkan satu sama lain untuk belajar perbendaharaan kata. Penelitian itu mengestimasikan sekitar 40 persen bayi kembar telah menciptakan bahasa khusus, yang tidak akan dimengerti orang (atau bayi) lain. (Tiffany/Dok. M&B UK)

 







RELATED ARTICLE

Waspada Radang Gusi Kehamilan, Moms!

20 Tips Kehamilan Terbaik dari Para Dokter Kandungan

15 Fakta tentang Kebutuhan Cairan saat Hamil




OTHER ARTICLES

10 Tanda Kehidupan Seks Anda Sehat

Tantangan Mengonsumsi Menu Anak di Restoran Cepat Saji

5 Gaya Asuh Orang Tua Milenial

5 Hal yang Bisa Ditiru dari Orang Tua Skandinavia

Saat Si Kecil Sering Mengucapkan 'Tidak'