Mother&Baby Indonesia
Tips Mengatasi Batuk Pilek Pada Anak

Tips Mengatasi Batuk Pilek Pada Anak

Akhir-akhir ini, kita merasakan situasi iklim yang "ekstrem".  Terkadang terik menyengat, tiba-tiba berubah menjadi sering hujan. Seringkali kondisi tubuh sulit menyesuaikan perubahan cuaca yang mendadak seperti ini. Alhasil, tak sedikit yang jatuh sakit, termasuk di kalangan anak-anak. Di sisi lain, kekebalan atau daya tahan tubuh anak-anak masih berproses sehingga masih rentan terserang penyakit.


Adapun gejala sakit yang sering ditemui pada anak-anak di antaranya batuk pilek. Batuk pilek memang kelihatan sepele. Akan tetapi, tentu tidak boleh dianggap enteng. Apalagi bila batuk pilek ini sudah menjadi "langganan" anak-anak.


Nah, berikut ini tips mengatasi batuk pilek pada anak seperti dijelaskan oleh dr. Martinus M. Leman, DTMH, Sp.A, Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan


1. Batuk dan pilek pada anak sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Anak umumnya masih aktif, meski juga disertai demam. Infeksi virus ini akan hilang dengan sendirinya dalam 3-5 hari.


2. Bila anak tidak terlalu terganggu dengan gejala batuk dan pileknya, Moms tidak perlu terlalu khawatir. Misalnya, ia batuk dan pilek namun masih mau bermain lari-larian, aktif, gesit, dan mau makan, biasanya infeksi ini masih ringan dan tidak parah. Dalam kondisi ini dapat ditunggu 3-5 hari, apakah anak membaik atau tidak. Dapat juga diberikan obat batuk pilek yang dijual bebas. Bila tidak ada perubahan, barulah mungkin perlu ke dokter.


3. Batuk dan pilek dapat pula disebabkan oleh alergi. Biasanya bila terjadi karena alergi, anak tidak disertai demam. Pun, gejala batuk pilek hanya muncul saat tertentu, misalnya malam hari. Perhatikanlah pola batuk pileknya, sehingga dapat diketahui kira-kira apa pencetusnya.




4. HIndari membeli antibiotik sendiri untuk mengobati batuk pilek. Sekali lagi, batuk pilek sebagian besar disebabkan oleh virus dan akan sembuh sendiri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat justru akan membuat kuman/bakteri di dalam tubuh menjadi semakin resisten (kebal) terhadap antibiotik. Memang ada kalanya diperlukan antibiotik untuk infeksi yang disebabkan bakteri, namun ini harus dengan petunjuk dokter karena perlu mempertimbangkan jenis antibiotik dan dosis yang tepat.




5. Bagi yang sedang menderita batuk pilek, usahakan untuk tidak bersin atau batuk di dekat orang lain. Bila anak sudah besar, upayakan menggunakan masker bila berdekatan dengan orang lain. Penularan batuk pilek (common cold) adalah bila percikan halus ludah saat seseorang bersin atau batuk terhirup oleh orang lain yang ada di dekatnya. (Hilman/Dok.Freepik)



Tags: penyakit anak,   batuk,   pilek,   tips








Cover Januari - Februari 2020