Mother&Baby Indonesia
Dampak Memposting Foto Anak di Media Sosial

Dampak Memposting Foto Anak di Media Sosial

Memposting foto Si Kecil di media sosial, tentunya sering dilakukan oleh beberapa orang tua sekarang ini. Menurut data Sensible Sharing dari Parent Zone, rata-rata orang tua memposting 1.500 foto anak mereka sebelum mereka berumur 5 tahun. Faktanya, menurut penelitian telah ditemukan sebanyak 92 persen bayi di Amerika Serikat ada di media sosial dalam waktu 24 jam pertama kehidupannya.

 

“Itu wajar bagi orang tua yang ingin memamerkan kehidupan anak-anaknya. Namun ada daerah-daerah tertentu yang harus Anda waspadai saat memamerkan foto tersebut,” ujar Eleanor Levy, editor dari Parent Zone yang dikutip melalui Prima.co.uk.



 

Beberapa orang tua akan melakukan segala hal untuk mendapatkan foto yang menarik dan diposting di media sosial. Bahkan beberapa di antaranya bahkan dapat mengganggu jam tidur atau waktu bermain Si Kecil demi mendapatkan foto imut mereka. Sebuah survei AS oleh VitalSmarts menemukan bahwa hampir 80 persen orang telah melihat orang tua merusak pengalaman mereka sendiri dalam kehidupan seorang anak, hanya untuk mendapatkan gambar yang sempurna.

 

Terdapat sebuah kasus, seorang anak berusia 18 tahun dari Carinthia, Austria, menggugat orang tuanya karena memposting foto di akun Facebook mereka. Lebih dari 500 foto menggambarkan sejumlah momen dari masa kecilnya, seperti saat ia mengenakan popok, saat duduk di toilet, dan saat tidur tanpa menggunakan baju sekalipun. “Anda tidak akan tahu efek jangka panjang bila foto tersebut diposting di media sosial,” ujar Eleanor.

 

Maka sebaiknya bagikan momen yang tidak terlupakan tentang Si Kecil namun tetap sopan dan tidak merugikan pihak manapun, termasuk Si Kecil. Berikut tips agar aman saat ingin memposting foto Si Kecil di media sosial:

 



1. Jangan Mengaktifkan GeoTag
Hampir di setiap media sosial dapat memberitahukan di mana lokasi foto tersebut diambil. Sebaiknya Anda tidak mengaktifkan fitur tersebut saat memposting foto Si Kecil di media sosial, karena dapat mengundang seseorang yang ingin berbuat jahat kepada keluarga Anda.

 

2. Orang Terdekat
Anda dapat berbagi foto-foto Si Kecil tersebut kepada orang terdekat. Dan jangan biarkan orang yang tidak Anda kenal melihat foto Si Kecil. Pastikan teman-teman Anda tidak menyalahgunakan foto-foto tersebut.

 

3. Watermark
Gunakan watermark di setiap foto, bila perlu memenuhi isi foto tersebut. Ini bertujuan agar foto Si Kecil tidak disalah gunakan oleh orang lain.

 

4. Aktifkan Private Account
Di Instagram misalnya, Anda dapat mengaktifkan fitur private account dan menyeleksi followers Anda. Sehingga hanya orang yang Anda seleksi yang dapat melihat foto tersebut. (Seva/TW/Dok. Prima.co.uk)



Tags: media_sosial,   foto,   image,   anak,   balita