Mother&Baby Indonesia
Tips Mengatasi Baby Blues

Tips Mengatasi Baby Blues

Tanya

“Kakak saya mengalami baby blues yang cukup parah pada kehamilannya dahulu. Saya tidak ingin hal itu terjadi pada saya yang kini sedang hamil 8 bulan. Bagaimana cara untuk mengatasi baby blues?” Ayunda Michelle, 28, sedang hamil 8 bulan.

 

Jawab

1. Ubah Cara Pikir

"Saya sempat mengalami baby blues, namun tidak terlalu lama. Cara ampuh untuk mengatasi baby blues adalah dengan mencari pengetahuan sebanyak mungkin ketika hamil, baik melalui bertanya pada kenalan atau mencari informasi terbaru di internet. Selain itu, tanamkan dalam pikiran Anda bahwa hamil dan melahirkan adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.”



Widya Priyanti, 26, ibu dari Barra Alvaro Surya Gibran, 13 bulan.

 

2. Akibat Rasa Bersalah

“Saya mengalami baby blues saat melahirkan anak kedua, karena 'merasa bersalah' kepada anak pertama. Perasaan itu muncul karena saya harus menyerahkan Si Kakak kepada pengasuh setelah selama ini saya mengasuhnya sendiri. Saya pun sempat 4 kali berganti pengasuh dan salah satunya diberhentikan karena berlaku kasar. Syukurlah, saya akhirnya menemukan pengasuh yang baik, sehingga perlahan bisa mengatasi perasaan baby blues tersebut.”

Yenni Susana Wati, 31, ibu dari Evans Jericho, 2 tahun 3 bulan dan Chelsea Abigail, 1 bulan.

 

3. Aktif Berkegiatan

“Setelah melahirkan, saya mengalami baby blues. Saya menjadi lebih sensitif dan mudah menangis. Untuk mengatasinya, saya sering mendengarkan musik klasik bersama bayi saya untuk menenangkan perasaan kami berdua. Saya juga sering mengajak Si Bayi jalan-jalan, entah untuk berbelanja atau mengantar Si Kakak sekolah. Dengan aktif berkegiatan, perlahan tapi pasti, saya pun merasa lebih baik.”



Tika Farida, 29, ibu dari Rajendra Yusuf Kautsar, 1 bulan.

 

4. Dekatkan Diri Dengan Anak

“Saya sempat mengalami baby blues selama hampir 3 bulan setelah melahirkan Jennifer. Saya pun merasa stres berat dan tidak mau berdekatan dengannya. Tetapi, saya terus melawan dan berusaha mendekatkan diri saya pada baby Jennifer. Saya pun lama kelamaan lebih mengenal Si kecil dan mengerti apa yang diinginkannya. Selain itu, suami juga sangat membantu dan mendukung saya untuk bisa lebih dekat dan nyaman bersama Jennifer.”

Itah, 30, ibu dari Jennifer Kamly, 9 bulan.

 

5. Dukungan Orang Sekitar

“Setelah melahirkan Adelina, produksi ASI saya tidak terlalu banyak. Akibatnya, ia menjadi sangat rewel. Sedihnya lagi, orang di sekitar tidak mendukung saya dan malah menyarankan untuk memberinya susu formula. Hal ini sempat membuat saya merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik dan mengalami baby blues. Saya menjadi sangat sensitif dan tidak percaya diri. Beruntung, ada teman yang datang dan memotivasi, serta mampu mengubah pikiran saya menjadi lebih positif. Setelah itu, produksi ASI saya pun menjadi lebih banyak dan membuat saya lebih percaya diri sebagai ibu baru.”

Hotimatul Adawiyah, 30, ibu dari Adelina Rahmi Azzahira, 3. (Siksta/DC/TW/Dok. M&B UK)



Tags: baby_blues,   melahirkan,   persalinan,   ibu,