Mother&Baby Indonesia
Risiko Melahirkan di Usia 40

Risiko Melahirkan di Usia 40

Usia tentu tidak menghalangi keinginan para ibu untuk hamil, walaupun ibu menginjak usia 40 tahun. Padahal biasanya di usia 40, kehamilan tergolong riskan, begitu pula dengan proses persalinan.

 

Menurut para tenaga kesehatan, usia 40-an termasuk usia sulit melahirkan. Proses melahirkan pun butuh energi yang ekstra. Terlebih, tanpa adanya tenaga yang kuat, maka ibu akan lebih sulit mengejan. Kejadian seperti itu tidak hanya menguras tenaga ibu, tetapi juga membahayakan janin. Semakin tua usia ibu, juga dikhawatirkan tenaga sudah relatif menurun, meskipun tidak dapat disamaratakan antara individu satu dengan lainnya.



 

Melahirkan di usia 40-an, pembukaan mulut rahim mungkin akan terasa lebih sulit, sehingga bayi bisa mengalami stres. Seperti yang dipaparkan sebuah studi pada 2014, bahwa wanita usia 40-an bisa 3 kali lipat lebih membutuhkan persalinan secara caesar. Mereka juga lebih mungkin mengalami intervensi saat masa persalinan, misalnya membutuhkan epidural untuk mengatasi rasa nyeri, dibandingkan dengan para wanita berusia 20-an.



 

Jadi jika Moms berencana hamil lagi di usia 40-an, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan Anda, ya. Pastikan dokter Anda sudah mengetahui riwayat kesehatan Anda dengan baik. (Meiskhe/TW/Dok. M&B UK)



Tags: melahirkan,   persalinan,   usia,   40,   risiko,   komplikasi,   epidural