Mother&Baby Indonesia
3 Kebiasaan Kotor yang Dibutuhkan Anak

3 Kebiasaan Kotor yang Dibutuhkan Anak

 

Saat anak bermain dengan sesuatu yang kotor, otomatis Anda pasti langsung melarangnya. Ya, memang wajar bagi orangtua untuk melarang anaknya bermain-main dengan hal yang kotor, karena takut Si Kecil terinfeksi kuman dan bakteri, kemudian jatuh sakit.

 



Namun, beberapa ahli mulai merasa usaha orang tua untuk menjauhkan bakteri sedikit berlebihan. Jika diperhatikan, sejak lahir, bayi sudah memasukkan mainan ke mulutnya, anak-anak bermain tanah atau menangkap serangga. Sikap mereka ini terjadi secara alamiah justru untuk membentuk sistem imunitas mereka.

 

Oleh karena itu, tidak perlu khawatir jika anak-anak suka menyentuh benda-benda kotor. Berikut beberapa kebiasaan kotor yang dapat Anda biarkan, seperti dilansir dari Time.

 

1. Menyentuh Benda Tidak Steril

Biarkan Si Kecil menyentuh apapun yang ia inginkan, baik itu tanah, lumpur, pohon, serangga, atau benda lainnya. Bahkan jika ada kotoran yang tidak sengaja termakan, Anda tidak perlu khawatir. Ia akan merasakan rasanya yang tidak enak dan tidak akan mengulanginya lagi.



 

2. Menghindari Hand Sanitizer

Jangan langsung membersihkan tangan Si Kecil saat ia masih bermain. Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan justru membuat bakteri menjadi kebal. Bersihkan tangannya ketika sesi main sudah selesai atau sebelum ia makan saja.

 

3. Jangan Sering Menggunakan Antibiotik

Antibiotik memang berfungsi untuk menyembuhkan infeksi bakteri. Namun, antibiotik tidak hanya membunuh bakteri jahat lho, Moms. Bakteri baik juga ikut dibunuh oleh antibiotik. Efeknya dapat mencangkup asma, alergi, dan obesitas. Jadi, gunakanlah antibiotik hanya ketika Si Kecil terkena infeksi bakteri yang serius. (Nadia/TW/Dok. Time.com)



Tags: bakteri,   antibiotik,   kotor,   bermain,   balita,   anak










Cover April 2020