Mother&Baby Indonesia
Tren Pria Mengecat Kuku

Tren Pria Mengecat Kuku

Sebuah tren sedang viral di media sosial.  Pria-pria gagah memamerkan foto mereka dengan satu jari mengenakan cat kuku. Di balik, gambar itu, kaum pria rupanya sedang memberikan sebuah pesan penting.

 



Pria dan cat kuku adalah bagian dari aksi kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan terhadap anak-anak. Dengan menggunakan tagar #PolishedMan, kampanye ini mengajak  pria di seluruh dunia untuk mengecat satu kuku di jari tangan mereka dengan warna cerah agar meningkatkan kesadaran pencegahan pelecehan anak-anak. Mengapa hanya 1 kuku? 1 kuku berwarna melambangkan, 1 dari 5 anak di dunia mengalami pelecehan seksual.



Trend ini bermula ketika Elliot Costello, CEO Ygap di Australia bertemu dengan Thea, korban pelecehan seksual di Kamboja. Thea kemudian mengecat kuku Elliot untuk mengingatkannya akan rasa sakit yang ia rasakan ketika ia menjadi korban pelecehan seksual.

Terinspirasi oleh Thea dan ingin membuat perubahan, Elliot Costello membuat The Polished Man Project. Ia mengajak pria menggunakan cat kuku selama 1 minggu untuk mewakili 1 dari 5 anak yang menjadi korban pelecehan seksual.

“Menjadi Polished Man berarti menentang perilaku kekerasan, baik lokal maupun global,” ujar pemberitaan di website Polished Man. Pria perlu menyuarakan perubahan, karena 96 persen dari kekerasan seksual yang dialami anak-anak secara global, dilakukan oleh pria. Harapan utama kampanye ini adalah, agar kekerasan terhadap anak-anak dapat berkurang. (Seva/SR/Dok. theearthchild.co.za)
 



Tags: pelecehan,   toddler,   seksual