Mother&Baby Indonesia
Menyusui Lebih dari 2 Tahun Picu Kerusakan Gigi Anak

Menyusui Lebih dari 2 Tahun Picu Kerusakan Gigi Anak

Keunggulan ASI tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain membentuk imunitas Si Kecil, ASI mengandung nutrisi penting baginya dan lebih praktis, serta hemat. Pemerintah pun menganjurkan agar ibu menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Tetapi, ada pula ibu yang memilih menyusui lebih dari 2 tahun.

 

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menyusui Si Kecil lebih dari 2 tahun dapat memicu kerusakan giginya. Data dari National Center fot Chronic Disease Prevention and Health Promotion di Amerika menyebutkan, 48 persen anak usia lebih dari 2 tahun yang masih menyusui mengalami kerusakan gigi.



 

Saat menyusui, gigi anak tertutup sehingga saliva atau air liur tidak dapat menyentuh gigi. Padahal, air liur berfungsi untuk melawan bakteri yang masuk ke mulut. “Kuncinya, jangan biarkan Si Kecil 'mengedot' puting Anda sepanjang malam,” ujar William Bowen, profesor dari Center for Oral Biology, University of Rochester Medical Center, New York.



 

Perlu diketahui pula bahwa ASI mengandung laktosa yang menyebabkan kerusakan gigi jika tidak dibersihkan. Oleh karena itu, Prof. Willam menyarankan agar Anda selalu membersihkan gigi Si Kecil setelah menyusui. (Nadia/DC/Dok. M&B UK)



Tags: gigi,   balita,   toddler,   kesehatan










Cover April 2020