Mother&Baby Indonesia
Puasa saat Menyusui, Apa Efeknya untuk Si Kecil?

Puasa saat Menyusui, Apa Efeknya untuk Si Kecil?

Ketika bulan Ramadan tiba, akan sulit bagi ibu menyusui untuk berpuasa. Apalagi, menyusui cenderung membuat Anda lapar dan haus. Oleh karena itu, beberapa ahli menganjurkan ibu menyusui untuk tidak berpuasa, terutama jika usia Si Kecil masih di bawah 6 bulan.

 

“Ibu menyusui harus mencukupi kebutuhan cairan minimal 2,5 liter per hari. Ia tidak mungkin bisa mencukupi kebutuhan itu hanya dengan minum di waktu sahur dan berbuka. Jika tetap berpuasa, produksi ASI pun bisa berkurang,” jelas dr. Aman Pulungan, Sp.A(K) beberapa waktu yang lalu.



 

Dokter Aman mengungkapkan, Anda sebaiknya kembali berpuasa, saat Si Kecil sudah mulai mengonsumsi MPASI. “Jadi, kebutuhan kalorinya dapat dipenuhi dari makanan,” jelasnya. Sementara itu, dilansir dari babycentre.co.uk, Si Kecil tidak akan terkena efek negatif jika Anda berpuasa, karena pasokan ASI sesungguhnya tidak berkurang. Namun, jumlah lemak dalam ASI memang berubah.



 

Sebuah penelitian menunjukkan, kadar nutrisi seperti zink, magnesium, dan kalium dalam ASI berkurang saat Anda berpuasa. Jika Anda memutuskan tetap berpuasa, ada baiknya Anda mengamati apakah Si Kecil cukup mendapatkan ASI atau tidak. Beberapa tanda Si Kecil kekurangan ASI adalah lebih jarang ganti popok, berat badan tidak naik, terlihat gelisah, dan meminta menyusu dalam rentang waktu pendek. (Nadia/DC/Dok. M&B)



Tags: menyusui,   ibu_menyusui,   info_menyusui,   mpasi,   puasa










Cover April 2020