Mother&Baby Indonesia
Alat Penghangat Ruangan Rusak, Balita Alami Hipertermia

Alat Penghangat Ruangan Rusak, Balita Alami Hipertermia

Sammie Volmert, 17 bulan, menghembuskan napas terakhir setelah terjebak di ruangan yang suhunya mencapai 100o C. Ia diduga mengalami hipertermia yang membuat suhu tubuhnya meningkat di atas normal. Semua itu terjadi karena alat penghangat ruangan di kamarnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Orangtua Sammie, Leri dan Keri Volmert, baru mengetahui anaknya telah meninggal pada pagi hari. “Ketika saya menuju lantai atas, suhu udaranya sangat panas. Saya segera berlari menuju kamarnya, membuka pintu, dan menemukan Sammie telah tiada,” ujar Keri.



 

Sammie diduga meninggal saat tertidur, karena Leri dan Keri tidak mendengar suaranya sepanjang malam. “Sammie tidak menimbulkan suara apa pun. Padahal kami selalu mendengar jika ia menangis,” tutur Keri.

 



Menurut Dr. Corwin Warmink dari Cook Children's Emergency Department, bayi dan balita memang memiliki risiko besar terkena cedera akibat panas. Itu terjadi karena ukuran tubuh yang kecil membuat suhu mudah panas, namun sulit untuk kembali dingin. (Claudia Carla/DC/Dok. Dailymail)
 

 

 



Tags: balita,   info_balita










Cover April 2020