Mother&Baby Indonesia
Anak-anak Disabilitas Menjadi Model Catwalk

Anak-anak Disabilitas Menjadi Model Catwalk

Pada 20 April mendatang, Anda pecinta mode akan disuguhkan pemandangan yang tidak biasa dalam dunia fashion. Anda akan melihat 50 anak dengan berbagai keterbatasan, baik karena cacat, kelainan genetik, atau mengidap suatu penyakit, berjalan di atas catwalk menggunakan busana rancangan para desainer ternama Indonesia di De Leila Cafe, Jakarta. “Ada 60 desainer yang khusus membuatkan baju untuk anak-anak tersebut,” ujar Natalia S. Tjahja, pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish (YMML) sekaligus penggagas acara ini.

 

Para desainer seperti Ivan Gunawan, Didit Maulan, Rama Dauhan, dan 57 desainer lainnya tengah merancang busana yang akan digunakan dalam acara yang bertajuk, “Fashion World For Unfortunate”. Semua desainer dan pendukung acara dengan sukarela membuat kostum yang nantinya akan dimiliki oleh masing-masing 50 anak tersebut.



 

Syamsuri, 12, dari Ciledug, Tangerang, menjadi salah satu anak yang akan memakai rancangan Ivan Gunawan. Syamsuri yang mengidap penyakit liver sejak kecil ini mengungkapkan, meskipun sedikit gugup, namun ia merasa senang dapat menjadi model. Selain dari Jabodetabek, Natalie juga mengundang anak-anak dari luar pulau, seperti Sumatera.



 

Natalie pernah mengadakan acara serupa di Thailand dan mendapat sambutan baik. Ia berharap hal sama juga terjadi di Indonesia dan saat fashion show berlangsung, seandainya ada anak yang nantinya berteriak atau meraung-raung di atas catwalk, penonton mendengar hal tersebut sebagai lagu yang indah. Selain dibantu para desainer Indonesia, Natalie juga bisa mewujudkan "Fashion World For Unfortunate" berkat dukungan dari sahabat-sahabatnya, salah satunya Sofia Blake, istri Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia. (Meiskhe/DC/Dok. FreeDigitalPhotos/Sattva)



Tags: anak_disabilitas,   fashion_show,   fashion_world_for_unfortunate