Mother&Baby Indonesia
Masalah Gizi di Indonesia Masih Tinggi

Masalah Gizi di Indonesia Masih Tinggi

Pentingnya pemenuhan gizi di awal kehidupan bagi pertumbuhan positif generasi sebuah bangsa sudah terlihat di berbagai negara. Pemenuhan gizi awal kehidupan dianggap sebagai modal untuk membangun hidup sehat, cerdas, dan produktif bagi generasi mendatang harus menjadi perhatian semua negara, termasuk Indonesia.

 

Di Indonesia sendiri, permasalahan gizi masih harus difokuskan pada pemenuhan zat gizi yang mana masih ditemukan kondisi defisiensinya, seperti kekurangan protein, asam lemak esensial, zat besi, kalsium, yodium, zink, asam folat, serta vitamin A dan D. Dalam kasus ini, pengetahuan lokal terkait masalah gizi sangat diperlukan bagi masyarakat Indonesia.



 

Dr. Martine Alles, Director Development Physiology and Nutrition di Danone Nutricia Early Life Nutrition Netherland, mengingatkan tentang pentingnya 1000 hari pertama bagi pemenuhan gizi Si Kecil, mengingat pada periode ini seorang anak mengalami perkembangan yang signifikan, termasuk perkembangan otak dan organ.



 

Sedangkan, Prof Hardinsyah, M.S, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia ITB menambahkan, masalah gizi di Indonesia juga masih mempritahankan, dengan jumlah stunting atau anak bertubuh pendek yang mencapai 37,2 persen atau 8,8 juta balita Indonesia pada 2013. “Untuk itu, perlu pemenuhan gizi yang seimbang, terutama bagi calon ibu hamil, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita,” ungkap Prof. Hardi dalam acara seminar Sarihusada Jumat (20/03) lalu. (Aulia/DT/dok.M&B)



Tags: nutrisi,   anak,   ibu,   balita,  










Cover Mei-Juni-Juli 2020