Mother&Baby Indonesia
Etika Dasar untuk Si Kecil

Etika Dasar untuk Si Kecil

Seberapa sering Anda melihat seorang anak yang menolak ketika diminta bersalaman dengan orang yang lebih tua? Atau anak yang malah kabur saat disuruh menyapa tamu yang datang ke rumah? Sebelum itu terjadi, Anda harus segera mengajari etika dasar kepada Si Kecil untuk bisa respek kepada orang lain.

 

Dilansir dari situs askdrsears.com, sebenarnya seorang anak telah belajar etika sejak ia dilahirkan. Siapa yang mengajarinya? Anda! Contohnya ketika bayi menangis, Anda pasti langsung menggendongnya. Hal itu menunjukkan bahwa Anda respek terhadap keberadaan dan kebutuhannya. Seiring berjalannya waktu, ia pun juga belajar untuk respek terhadap orang lain. Meski begitu, etika ini harus tetap dipelajari dan diasah, agar Si Kecil terbiasa bersikap sopan terhadap orang lain. Anda dapat memulainya dengan mengajarinya melakukan 3 hal berikut ini:



 

Senyum
Sejak usia 2 tahun, Si Kecil sudah bisa diajari bagaimana cara bersikap saat bertemu orang lain. Ajari ia untuk bersikap baik dengan tersenyum manis kepada setiap orang yang ditemuinya. Jangan lupa untuk mencontohkannya terlebih dahulu, agar Si Kecil bisa mengikutinya. 

 



Sapa
Jika Si Kecil mulai bisa berbicara, ajari ia untuk menyapa orang lain yang ditemuinya mengatakan, “Halo” atau “Hai”. Seiring pertambahan usianya, Anda juga bisa mengajarinya untuk mengatakan, “Apa kabar,” kepada seseorang sudah lama tidak ditemuinya, seperti kakek atau tantenya.

 

Salam
Salam atau salim (cium tangan kepada orang yang lebih tua) merupakan budaya yang melekat di Indonesia. Anda bisa mengajari Si Kecil untuk melakukan ini sejak ia masih bayi agar terbiasa, meski Anda tetap harus 'memberi komando' terlebih dahulu kepadanya. (Dina Christin/DC/Dok. M&B)



Tags: etika,   belajar,   balita,   anak