Mother&Baby Indonesia
Ibu juga Butuh Sahabat

Ibu juga Butuh Sahabat

Seorang sahabat saya sedang berusaha hamil. Ia memang sedikit terlambat memulai. Di usia 38 tahun, ia baru memutuskan untuk memiliki anak. Tidak mudah baginya untuk hamil. Padahal dari hasil pemeriksaan dokter, sahabat saya dan suaminya sehat. Seharusnya, tidak ada halangan untuk mereka segera mempunyai anak.

 

Tetapi seperti yang diulas di Special Section Fertilitas yang dmuat dalam M&B edisi kali ini, yang menjadi faktor sukses kehamilan, banyak sekali. Faktor psikologis adalah salah satunya.



 

Sahabat saya akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja. “Saya rasa stres bekerja menghambat upaya saya untuk hamil,” katanya. Sejak 3 bulan lalu berhenti bekerja, sahabat saya belum hamil. Tetapi, ia lebih leluasa untuk konsentrasi ke usaha hamilnya. Ia tidak perlu stres meminta izin ke dokter, bisa mengubah gaya hidupnya ke arah yang positif, dan tidak stres macam-macam. Kita lihat saja, apakah ia akan berhasil.

 



Kehamilan adalah salah satu tonggak penting dalam kehidupan perempuan. Tantangan berikutnya setelah Si Kecil lahir adalah membesarkannya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan memberikan ASI sampai minimal usia 6 bulan.
Tidak mudah jika Moms berjuang sendiri melakukan itu semua. Moms perlu dukungan suami, keluarga, dan sahabat. Saya senang jika M&B bisa menjadi sahabat Moms saat menjalani itu semua. Bersama kita bisa, tetap semangat! Cheers!

 

Salam,
Sandra Ratnasari
Editor in Chief Mother&Baby Indonesia



Tags: ibu,   sahabat_ibu,   kesuburan,   fertilitas,   kehamilan,   editor_note,  










Cover April 2020