Mother&Baby Indonesia
Waspadai Leptospirosis di Musim Hujan

Waspadai Leptospirosis di Musim Hujan

Musim hujan memang menjadi kondisi 'siaga satu' bagi orangtua terhadap kesehatan Si Kecil. Pasalnya, banyak penyakit yang siap menyerang kapan saja. Infeski  penyakit leptospirosis pun menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Infeksi dari bakteri leptospira yang berasal dari urine hewan ini biasanya berkembang di genangan-genangan air. Oleh karena itu, Anda diimbau untuk mewaspadai bakteri leptospira tidak hanya pada air banjir, namun juga pada genangan-genangan air.

 

Biasanya air kencing hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira berasal dari hewan pengerat, seperti tikus. Jika di kaki Si Kecil terdapat luka dan menginjak genangan  air yang terdapat bakteri leptospira maka bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka tersebut.



 

Leptospirosis sangat mudah menyerang siapa saja. Gejalanya demam, kemerahan pada mata (konjungtiva), kuning, otot-otot sakit, dan pegal linu. Jika terlambat ditangani, diagnosis dan pengobatannya menjadi sulit karena semua organ bisa terserang.

 



Bakteri penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau mata. Bakteri Leptospira bisa bertahan di air atau tanah selama berbulan-bulan. Selain hewan pengerat seperti tikus, hewan liar dan peliharaan seperti babi, kuda, anjing, dan sapi juga bisa membawa bakteri Leptospira.

 

Kasus leptospirosis telah menyebabkan kematian sebanyak 61 jiwa yang tersebar di 6 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Banten. (Deonisia/DC/Dok. Freedigitalphotos/JamesBarker)



Tags: health,   kesehatan,   penyakit_musim_hujan,   leptospira










Cover Mei-Juni-Juli 2020