Mother&Baby Indonesia
Ajarkan Balita Menerima Kekalahan

Ajarkan Balita Menerima Kekalahan

Dalam sebuah kompetisi pasti ada yang menang atau yang kalah. Masalahnya, tidak semua orang bisa menerima kekalahan dengan hati yang lapang dan seringkali merasa kecewa berlebihan, sampai-sampai mencoba segala cara agar dapat menang. Nah, agar balita tumbuh menjadi sosok yang berani menerima kekalahan, berikut tips yang bisa dilakukan.

 

Lakukan yang Terbaik
Eileen Kennedy-Moore, Ph.D., pengarang Smart Parenting for Smart Kids, menyebutkan di usia preschool, balita umumnya sangat kompetitif. Karenanya, orangtua berperan penting untuk menekankan agar ia selalu melakukan yang tebaik dalam setiap kompetisi, bukan 'harus' menjadi pemenang.



 

Berikan Semangat Saat Kalah
Anda tentu bangga saat Si Kecil berhasil menang dalam kompetisi yang ia ikuti. Tapi jika kalah, tetaplah mendukungnya dengan mengatakan kalau Anda bangga kepadanya karena ia telah melakukan yang terbaik. Berikan semangat kepada Si Kecil agar ia mampu tampil lebih baik lagi di kompetisi mendatang.

 



Bersikap Sportif
Jangan lupa untuk mengajarkan Si Kecil selamat kepada orang yang memenangkan kompetisi dengan menjabat tangannya, Jelaskan bahwa yang terpenting dalam sebuah kompetisi adalah tidak berputus asa saat kalah dan tidak sombong saat menang. Anda juga mengenalkan Si Kecil sikap sportif dengan cara melihat para atlet yang sedang bertanding olahraga.

 

Jelaskan Mengapa Kalah
Saat Si Kecil kalah, beri tahu ia apa yang membuatnya kalah dan apa keunggulan lawannya. Jika ia tidak tampil prima, katakan yang sejujurnya. Bantu ia mengatasi emosi dan kesedihannya. (DC/Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: balita,   anak,   brighter_future,   mengajarkan_anak_menerima_kekalahan










Cover April 2020