Mother&Baby Indonesia
7 Tips agar Anak Tidak Jadi Picky Eater

7 Tips agar Anak Tidak Jadi Picky Eater

 

Menghadapi anak yang picky eater memang sulit. Sayangnya, banyak anak yang lebih menyukai chicken nugget dibanding brokoli atau sayuran lainnya. Padahal, hal ini bisa dicegah lho, Moms. Dengan membangun fondasi yang kuat tentang diet yang seimbang, maka Anda dapat mengurangi kemungkinan Si Kecil tumbuh menjadi picky eater saat balita nanti. Mau tahu caranya? Yuk, ikuti beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencapai itu.

 



1. Jadikan Petualang Rasa

Sebagian dari picky eater disebabkan oleh genetis, dengan kata lain, beberapa anak memang cenderung menyukai beberapa rasa tertentu. Namun, kecenderungan ini bisa dilawan dengan memberi anak varian makanan sejak dini. “Penelitian telah membuktikan bahwa bayi yang diberi variasi makanan sehat sejak usia 6 bulan, akan memiliki pola makan sehat.

 

2. Kenalkan Variasi Makanan Sebanyak Mungkin Pada Masa Pertama MPASI

Bayi yang mulai MPASI lebih mudah menerima tekstur dan rasa dibanding dengan bayi yang lebih tua. Manfaatkan waktu itu untuk mengenalkannya dengan banyak variasi makanan saat ia berusia 6–9 bulan. Targetkan untuk memberinya 5 jenis buah dan sayur yang berbeda setiap minggunya.

 

Selain jenis, kenalkan juga variasi tekstur pada anak. “Jika sayuran atau tekstur yang kental baru dikenalkan pada usia 9 bulan, bersiaplah untuk menghadapi fussy eater saat ia balita nanti,” jelas Professor Marion Hetherington, biopsikologi dari University of Leeds.

 

3. Masukkan Sayuran Ke Dalam Susu Anak

Membayangkan susu rasa sayuran memang tidak enak ya, Moms. Tapi ini adalah cara yang efektif untuk memastikan Si Kecil merasakan sayuran sejak dini. “Sekitar usia 6 bulan, tambahkan pure sayuran ke dalam ASI atau susu formula agar ia merasakan sedikit rasa sayuran. Setelah sekitar 12 hari, masukkan puree sayuran pada nasi atau bubur bayi. Kemudian kurangi jumlah bubur sampai tersisa puree sayuran saja,” ujar Profesor Marion.

 

4. Gigih



Anda mungkin merasa ingin menyerah ketika anak mengeluarkan makanan dari mulutnya dengan sengaja. Akan lebih mudah untuk tidak memaksanya dan menggantinya dengan makanan lain. Tapi anak kecil mudah berubah pikiran tentang makanan, jika Anda tetep gigih memberikannya. Namun jangan memaksanya ya, Moms. Berikan makanan tersebut di waktu makan lain dengan cara pengolahan yang berbeda. “Kebanyakan sayuran baru harus dikenalkan minimal 5 sampai 10 kali, kadang lebih, untuk bisa diterima oleh anak–anak,” jelas Professor Marion Hetherington, biopsikologi dari University of Leeds.

 

5. Waspadai Tanda–Tanda Awal

Jika Si Kecil doyan makan, jangan langsung senang ya, Moms. Ada beberapa anak yang berubah menjadi picky eater seiring bertambahnya usia mereka. Hal ini merupakan bagian dari insting natural mereka. Secara biologis, memilih untuk tidak mengonsumsi makanan atau benda lain, adalah kemampuan yang menjauhkan anak-anak dari bahaya.

 

“Sekitar usia 24 bulan, balita menjadi neophobic atau takut pada makanan baru. Artinya, mereka akan menolak makanannya, bahkan bisa jadi mereka menolak makanan yang dulu mereka sukai,” ujar Profesir Marion.

 

6. Campur Makanan Kesukaan Dan Kurang Disukai

Hindari memberinya sepiring makanan baru dalam 1 piring, karena anak bisa kewalahan. Dengan kombinasi makanan, antara yang ia sukai dan makanan baru yang ingin Anda kenalkan. Dengan cara ini, Si Kecil tidak terintimidasi dengan banyaknya makanan baru. Selain itu, jika ia menolak sayuran baru, nutrisinya masih tercukupi dari makanan lain yang ada di piring.

 

7. Jangan Memaksanya

Waktu makan dapat berubah dengan mudah menjadi peperangan ketika Anda memaksa Si Kecil untuk tetap makan. Namun, beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa cara ini tidak efektif. Menurut hasil penelitian, balita yang dipaksa, justru makan dengan porsi lebih sedikit dibanding dengan yang tidak dipaksa. (Nadia/TW/Dok. M&B UK)



Tags: bayi,   balita,   picky_eater,   tips










Cover Mei-Juni-Juli 2020