Mother&Baby Indonesia
Kenali 10 Penyebab Nyeri saat Seks dan Solusinya

Kenali 10 Penyebab Nyeri saat Seks dan Solusinya

Moms, Anda tentu setuju dengan pendapat bahwa seks menjadi salah satu 'bumbu utama' yang menunjang keharmonisan rumah tangga. Tanpa seks, hubungan Anda dan pasangan bisa terasa hambar. Ya, hubungan seks menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap pasangan suami istri. Masalahnya, pada beberapa orang, bercinta atau hubungan intim bisa terasa menyakitkan! Hmm, apa saja ya penyebabnya? Seperti dilansir dari Readers Digest, inilah 10 alasan yang membuat hubungan seks bisa terasa menyakitkan.

 

 



1. Jarang Berhubungan Intim


“Jika Anda tidak melakukan seks selama 2 tahun, maka hubungan intim akan terasa menyakitkan,” ujar Raquel Dardik, MD, Clinical Associate Professor di Departemen Obgyn NYU Langone Joan H. Tisch Center. “Seperti ketika Anda bilang, 'Saya akan lari 3 mil,' padahal Anda tidak pernah mencoba lebih dari 10 langkah dalam 3 tahun terakhir,” tambahnya.

 

 

Nah, sama seperti otot lainnya, aktivitas yang dilakukan secara reguler akan menjaga vagina tetap sehat dan kuat. Menurut Dr. Raquel, jika Anda rutin melakukan hubungan intim, dinding vagina akan merenggang dan otot vagina akan tetap fleksibel. Karena itu, pastikan Anda dan pasangan untuk berhubungan intim secara rutin.

 

 

2. Stres


Tanpa Moms sadari, ada banyak penyebab stres yang bisa menyebabkan lubrikasi dan relaksasi otot vagina jadi menurun. Misalnya, Anda stres karena sedang bertengkar dengan pasangan. Atau, Anda stres karena berencana pindah rumah dalam waktu 2 minggu ke depan. Menurut Dr. Raquel, saraf-saraf pada vagina juga sangat terhubung dengan otot dinding rahim dan infeksi bakteri. Nah, kedua hal tersebut juga kerap menjadi penyebab sakit saat berhubungan intim.

 

 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), emosi seperti rasa takut, bersalah, malu, kikuk, atau perasaan aneh saat berhubungan intim juga bisa membuat Anda susah untuk merasa santai. Ketika Anda tidak relaks,  Anda akan sulit bergairah. Bahkan,  mungkin membuat Anda merasa sakit ketika bercinta dengan pasangan. Karena itu, upayakan untuk meminimalkan stres. Cobalah cari akar masalah yang membuat Anda stres, lalu  dan cari solusinya. Bila stres sudah tertangani, Anda dan pasangan dapat menikmati seks dengan nyaman dan tidak terasa nyeri lagi.

 

 

3. Menopause


Menopause juga bisa membuat Moms terasa sakit kala berhubungan seks. Perlu Anda ketahui, perimenopause dan menopause adalah 2 hal utama yang berkaitan erat dengan hasrat seksual. Sedangkan, Atropic vaginitis sangat sering terjadi dalam masa-masa perubahan ini. “Atropic vaginitis berarti area vagina Anda tidak memiliki kadar estrogen yang cukup sehingga kulit vagina tidak elastis dan tidak terjadi lubrikasi yang baik,” jelas Dr. Raquel. Untuk mengatasi hal ini, tentu Anda perlu berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.

 

 

 

4. Efek Obat


Menopause sering dituding sebagai penyebab keringnya vagina. Padahal, ada faktor-faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab masalah tersebut. “Jika Anda sedang tidak begitu bergairah atau sedang minum obat, maka lubrikasi Anda mungkin tidak sebaik biasanya,” kata Dr. Raquel. Akibatnya, Anda akan merasakan sakit saat atau setelah berhubungan intim. Oleh karena itu, bila sesekali menggunakan lubrikan tidak masalah, Moms! Akan tetapi, hindari lubrikan yang berbahan dasar minyak seperti petroleum jelly karena dapat menyebabkan infeksi bakteri.

 

 

 

5. Infeksi Bakteri


Anda boleh saja menyalahkan perubahan hormon yang fluktuatif ketika gairah seks menurun dan berhubungan intim terasa sakit. Padahal, sebenarnya seseorang yang memasuki usia menopause, berisiko mengalami infeksi bakteri atau jamur. “Seringkali para wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami infeksi. Meski mereka menyadari ada rasa tidak nyaman  saat berhubungan intim,” kata Dr. Raquel. Bila mengalami masalah ini, pastikan Anda menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

 



6. Disfungsi Dinding Rahim


Disfungsi dinding rahim atau pelvic floor dysfunction (PFD) sering terjadi, namun masih sulit didiagnosa. Diperkirakan, PFD terjadi pada 1 dari 3 wanita America. Bila mengalami problem ini, selama Anda melakukan hubungan seks—jaringan sebesar melon yang berisi otot, ligamen, dan saraf pendukung rahim, vagina, dan area sekitar rektum—dapat terasa nyeri. Penyebab utamanya adalah hormon saat menopause dan hilangnya massa otot yang terjadi seiring bertambahnya usia.

 

 

7. Masalah Pencernaan


Ada wanita yang mengalami iritable bowel syndrome (IBS) atau Crohn's disease, yaitu masalah pada usus besar yang berada tepat di sebelah uterus (rahim). Bila pada wanita ini terjadi sedikit saja gerakan uterus maka dapat memicu inflamasi dan iritasi pada usus besar. “Orang mungkin akan bilang 'Rasanya sakit setiap kali saya berhubungan intim' dan menunjuk pada perut mereka, bukan organ luar atau vagina,” ujar Dr. Raquel.

 

 

 

8. Endometriosis


Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti asal Italia, lebih dari setengah penderita endometriosis (kondisi di mana jaringan endometrial tumbuh di luar rahim) mengalami nyeri hebat saat berhubungan intim. Lokasi endometriosis juga berkaitan dengan tingkat nyeri yang dirasakan. Misalnya, endometriosis yang  terjadi di belakang vagina atau di bagian bawah rahim, akan menimbulkan nyeri saat berhubungan intim yang lebih parah.

 

 

 

9. Disfungsi Ereksi


Sekitar 1 dari 5 pria usia 20 tahun ke atas mengalami disfungsi ereksi. Jika pasangan Anda adalah salah satu penderita disfungsi ereksi, Anda mungkin mengalami rasa tidak nyaman saat berhubungan intim. Biasanya, para penderita akan mengonsumsi obat-obat penguat seperti Viagra, yang bisa menunda orgasme pada pria. Sayangnya, menurut ACOG, menunda orgasme itu berarti seks lebih lama, yang justru kerapa terasa menyakitkan bagi beberapa wanita.

 

 

 

10. Mengabaikan Nyeri


Ketika seks terasa menyakitkan bagi Anda, maka reaksi fisik Anda tentu akan menolaknya. Menurut Dr. Raquel, tubuh berantisipasi akan rasa sakit yang akan Anda rasakan jika  berhubungan seks. Sebelum rasa sakit ini mengubah persepsi Anda akan seks, sebaiknya segera konsultasi ke dokter dan cari tahu bagaimana caranya membuat seks menjadi hal yang paling Anda dambakan lagi. Jangan malu untuk konsultasi ya, Moms! (Tiffany/HH/Dok. Freedigitalphotos.net)

 

 

RELATED VIDEO: Ask the Expert, Posisi Seks Aman saat Hamil

 

Baca juga:

Hubungan Intim Seminggu Sekali Meningkatkan Kebahagiaan
Wow, Rutin Berhubungan Intim Membuat Anda Awet Muda!
8 Trik Jitu agar Hamil Anak Laki-Laki
4 Solusi Malas Berhubungan Intim Saat Hamil
7 Alasan Anda Harus Berhubungan Intim di Pagi Hari
Berhubungan Intim Saat Menstruasi Berisiko Infeksi
4 Trik Jika Anak Memergoki Anda Berhubungan Intim



Tags: sakit,   seks,   kesehatan,   berhubungan_intim,   pasangan,   harmonis,   ereksi,   infeksi,   menopause,  








Cover Januari - Februari 2020