Mother&Baby Indonesia
Pertolongan Pertama Ketika Anak Jatuh dari Tempat Tidur

Pertolongan Pertama Ketika Anak Jatuh dari Tempat Tidur

 

Walaupun sudah berusaha dijaga sebaik mungkin, kejadian anak terjatuh dari tempat tidur terkadang tidak bisa dihindari ya, Moms. Padahal Anda sudah berusaha menjaganya seaman mungkin. Memang terkadang kejadian ini tidak berpengaruh, tapi pada beberapa kasus, terjatuh dari tempat tidur bisa menjadi hal yang serius. Berikut tips cara menanganinya dan kapan Anda harus membawanya ke dokter.

 



Cek Seluruh Tubuh

Periksa seluruh tubuh anak untuk memastikan ia tidak mengalami luka yang serius atau mengalami patah tulang. Perlu diingat bahwa tulang bayi dan balita masih belum keras seperti tulang orang dewasa, sehingga tulangnya tidak mudah patah. Menurut Dr. Tony Woodward, kepala bagian IGD di Seattle Children’s Hospital, bayi cenderung berat di bagian kepala, jadi pastikan Anda mengecek kepala Si Kecil dengan teliti.

 

“Bayi biasanya tenang saat digendong. Jadi jika ia masih menangis walaupun Anda sudah menggendongnya cukup lama, itu adalah tanda adanya cedera tulang,” jelas Tony, seperti dikutip dari Huffington Post. Jika Si Kecil jatuh dan Anda merasa lehernya patah, jangan pindahkan posisinya. Segera minta bantuan untuk cedera ini.

 

Observasi 24 Jam

Jika Si Kecil tampak normal setelah beberapa saat. Jika tidak ada luka dan ia tetap aktif seperti biasa, berarti tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Namun, jika Si Kecil tampak berbeda, seperti mengantuk atau muntah, segera periksakan ia ke dokter.




Segera bawa Si Kecil ke dokter terdekat jika ia mengalami hal–hal di bawah ini.

  • Kehilangan kesadaran.
  • Pendarahan yang tidak bisa Anda hentikan dengan tekanan.
  • Kejang.
  • Menangis terus-terusan yang menandakan ada cedera di bagian dalam.
  • Patah tulang.

 

Sementara itu, jika ia benjol atau mengalami luka saat terjatuh, Anda dapat mengompres lukanya dengan ice pack yang dibalut dengan handuk tipis. Kompres selama 2–5 menit, hentikan, dan ulangi lagi untuk meredakanya bengkaknya. Anda juga dapat menyusui Si Kecil jika ia masih bayi atau membacakan buku untuk balita. Hal ini membantunya terdistraksi, sehingga melupakan sakit dari lukanya. 

 

Jika memang lukanya sangat mengganggu, Anda dapat meminta dokter memberikan resep yang mengandung acetaminophen atau ibuprofen. Jangan memberinya aspirin, karena dapat memicu Reye's Syndrome, walaupun jarang terjadi.

 

Benjol dan luka memang tidak bisa dihindari selamanya, Moms. Karena itu adalah bagian dari perkembangan motorik dan kemandirian Si Kecil. Yang bisa Anda lakukan adalah terus menemaninya dan memastikan ia berada di lingkungan aman agar terhindar dari luka–luka yang serius. (Nadia/TW/Dok. M&B UK)



Tags: bayi,   anak,   jatuh,   gejala,   tips,   info








Cover Januari - Februari 2020