Mother&Baby Indonesia
Risiko Ibu Hamil Tidur Telentang

Risiko Ibu Hamil Tidur Telentang

 

Untuk para ibu yang sedang hamil di trimester ketiga, lebih baik Anda mengurangi frekuensi tidur telentang. Pasalnya, peneliti menemukan bahwa tidur dalam posisi ini memberikan tekanan lebih pada janin, sehingga mengurangi suplai oksigen yang dibutuhkan.

 



Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi jawaban dari tingginya angka kematian bayi baru lahir di Inggris yang mencapai 227 kasus. Pemimpin penelitian, Professor Peter Stone dari University of Auckland, mengatakan bahwa tidur telentang dapat menambah risiko bayi lahir dalam kondisi sudah meninggal.

 

Baca juga: Posisi Tidur Ini Bisa Cegah saat Hamil, Lho!

 

Sebanyak 29 ibu hamil dengan usia kandungan 35–38 minggu ikut serta dalam penelitian ini, dan mereka semua memiliki risiko komplikasi yang rendah. Kemudian setiap ibu hamil diminta berbaring dengan 1 bantal pada 4 posisi yang berbeda, terlentang, bersandar dengan sudurt 30 derajat, miring ke kanan dan kiri. Saat berada dalam tiap posisi selama 30 menit, para peneliti memantau aktivitas janin. Hasilnya, janin tertekan secara fisik saat ibu hamil tidur dalam posisi terlentang. Selain kurangnya asupan oksigen, aktivitas jantung janin juga terpengaruh.



 

Baca: Posisi Tidur saat Hamil

 

Kurangnya oksigen dapat menyebabkan masalah kesehatan pada janin, terutama jika ibu hamil berisiko mengalami komplikasi. Walaupun demikian, semua ibu hamil tersebut berhasil melahirkan bayinya dengan selamat.

 

Mengomentari hal tersebut, bidan Louise Silverton mengatakan bahwa tekanan darah memang berkurang saat ibu hamil berbaring terlentang. “Oleh karena itu, wanita tidak disarankan untuk tidur terlentang,” ujar Louise. Banyak ibu hamil juga kurang nyaman dengan posisi tersebut. (Nadia/TW/Dok. M&B UK)



Tags: ibu_hamil,   hamil,   pregnancy,   posisi_tidur








Cover Januari - Februari 2020