Mother&Baby Indonesia
Fakta Di Balik Kecerdasan Otak Bayi (Bagian 1)

Fakta Di Balik Kecerdasan Otak Bayi (Bagian 1)

Mungkin Anda kira bayi hanya bisa tidur, minum susu, dan buang air. Padahal, ia juga sedang melakukan hal yang luar biasa penting, yaitu mengembangkan fungsi otaknya semaksimal mungkin. Bahkan sejak masih dalam kandungan, otak Si Kecil sudah bisa distimulasi agar semakin cerdas. Nah, karena perkembangan otak bayi begitu menakjubkan, maka Moms perlu mengetahui 5 fakta seputar otak bayi berikut ini:

 

 



Baca: Fakta Di Balik Kecerdasan Otak Bayi (Bagian 2)

 

Otaknya Bekerja Lebih Keras dari Anda

Menurut Dr. Suzanne Zeedyk, ilmuwan riset dan psikolog perkembangan, otak bayi berkembang pesat sejak lahir hingga usia 3 tahun. Di usia 1 tahun, ukuran otak bayi akan 2 kali lipat dari ukuran ketika ia dilahirkan. Sedangkan di usia 3 tahun, berat otaknya sudah 80 persen dari berat otaknya saat dewasa nanti.

 

Setiap detik dalam kehidupan awal bayi Anda, ada ribuan sinaps otak yang terbentuk di otaknya. Itulah kenapa otak bayi bekerja lebih keras dari otak Anda.

 

Lahir dengan Ingatan

“Para ibu mungkin tidak sadar kalau bayi mereka terlahir di dunia sudah dalam keadaan terhubung dengan ibunya,” ujar Dr. Suzanne. Otaknya sudah berkembang sejak masih dalam kandungan, dan ia mampu mendengar lingkungannya sejak trimester 3.

 



Ia mulai bisa mengingat suara Anda dan orang-orang yang setiap hari ada di sekitar Anda. Jadi walaupun bayi baru lahir hanya bisa melihat Anda dari jarak 30 cm, tetapi ia bisa mengenali suara Anda. Dan perlu diketahui, walaupun ia tidak melihat Anda, namun suara Anda bisa membuatnya tenang.

 

Bayi Tidak Bisa Lupa

Heran kenapa bayi mudah distimulasi? Pertumbuhan jutaan sinaps otak itu membuatnya sadar total dengan semua hal yang ada di sekitarnya. “Bayi Anda tidak bisa lupa karena ia belum tahu bagaimana cara dunia ini bekerja,” ujar Dr. Suzanne. Saat ini, bayi Anda butuh untuk memerhatikan semua hal untuk membentuk sinaps-sinaps itu.

 

Pakar Bahasa Asing

Apakah belajar bahasa asing terasa sulit bagi Anda? Untuk bayi, belajar bahasa asing itu sangat mudah. Menurut Dr. Suzanne, waktu terbaik untuk belajar bahasa adalah ketika usia 3 bulan sebelum lahir hingga sekitar usia 5 tahun. Saat ini, otaknya mengikuti ritme dari semua hal yang Anda katakan, dan ia juga memerhatikan perbedaan suara.

 

Belajar dari Respons Anda

“Bayi terlahir dengan otak yang menyukai wajah orang lain: ia akan memerhatikan mereka, membaca, dan mengartikannya,” kata Dr. Suzanne. Ia juga akan mencari pola sejak baru lahir. Misalnya, ketika ia menjulurkan lidah, ia akan sadar kalau Anda meniru gerakannya. Atau jika ia membesarkan mata, adakah yang menirunya? Bayi akan selalu mencari tahu respons orang lain melalui respons Anda. (Tiffany/OCH/Dok. M&B UK)



Tags: otak,   bayi,   perkembangan,   tumbuh_kembang,   anak,   kecerdasan








Cover Januari - Februari 2020