Mother&Baby Indonesia
Deteksi Awal Keterlambatan Bicara

Deteksi Awal Keterlambatan Bicara

Banyak orang tua yang baru menyadari Si Kecil terlambat bicara ketika usia anak sudah sekitar 2 tahun. Padahal menurut dr. Jenni K. Dahliana, keterlambatan bicara dapat dideteksi sejak dini. “Jadi tidak tiba-tiba diperiksa ketika Si Kecil berusia 2 tahun. Dari awal kita sudah harus memperhatikan perkembangan Si Kecil,” kata dr. Jenni.

 

Komunikasi awal ketika Si Kecil lahir adalah menangis. Dengan menangis, Si Kecil memberitahu Anda jika Ia lapar atau merasa tidak nyaman. Menginjak usia 2 bulan, dia mulai belajar mengeluarkan suara seperti aaa, iii, atau uuu. “Misalnya di usia 4 bulan, Si Kecil belum mengeluarkan suara, orang tua harus waspada,”



 

Selanjutnya, pada usia 6 bulan seharusnya Si Kecil merespon pada panggilan Anda. Jika Ia tidak merespon, mungkin ada gangguan pada perkembangan pendengarannya.

 



Dilansir dari babycenter.com, pada usia 7 – 12 bulan, Si Kecil biasanya mulai mengoceh. Hal itu karena Si Kecil mulai meniru Anda ketika berbicara. Setelah menginjak usia 13 bulan, Si Kecil sudah bisa mengucapkan 1-2 kata.

 

Jika Si Kecil belum dapat melakukan hal tersebut, sebaiknya Anda mengecek apakah tonggak perkembangan Si Kecil sudah sesuia dengan usianya, termasuk memantau pertumbuhannya dengan cara mengukur berat badan dan lingkar kepala. (Nadia/TW/Dok. M&B)

 



Tags: bayi,   terlambat_bicara,   speech_delay,   batita








Cover Maret 2020