Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 27 Oktober 2016 / Redaksi

Awas! Ini Dampak Kekurangan & Kelebihan Cairan Ketuban

Bagi para ibu hamil, masalah kekurangan air ketuban (oligohidramnion) maupun kelebihan air ketuban (poligohidramnion) wajib diwaspadai. Bagaimana tidak, keduanya sama-sama bisa membahayakan janin. Berdasarkan buku Panduan Super Lengkap Hamil Sehat karya Dr. Suwignyo Siswosuharjo, Sp.OG, M.Kes dan Fitria Chakrawati S.Sos, MM, beberapa dampak negatif dari kekurangan dan kelebihan air ketuban adalah:

 

Dampak Kekurangan Air Ketuban (Oligohidramnion)
1. 'Kamar Sempit'
Kurangnya cairan ketuban tentu saja dapat mengakibatkan kondisi gawat janin. Hal ini juga membuat janin seperti hidup di dalam 'kamar sempit' yang membuat geraknya terbatas.



 

2. Amniotic Band
Disebut juga dengan benang atau serat amnion. Jika benang ini sudah terbentuk, dapat memicu terjadinya kecacatan janin, misalnya anggota tubuh janin terjepit atau terpotong oleh benang tersebut.

 

3. Kematian Janin
Janin juga kemungkinan memiliki cacat bawaan pada saluran kemih, pertumbuhan terhambat, atau bahkan meninggal sebelum dilahirkan.

 

4. Masalah Napas
Sesaat setelah Si Kecil lahir, ia juga berisiko tidak segera bernapas secara spontan dan teratur.

 

5. Infeksi Kuman

"Bahaya lainnya akan terjadi bila ketuban robek dan airnya merembes sebelum tiba waktu bersalin. Kondisi ini amat berisiko menyebabkan terjadinya infeksi oleh kuman yang berasal dari bawah," jelas Dr. Suwignyo.

 

Dampak Kelebihan Air Ketuban (Poligohidramnion)
1. Dinding Perut Menipis
Pada kasus hidramnion ekstrem, pembesaran perut bisa jadi begitu berlebihan, sehingga dinding perut menjadi sangat tipis. Jangan kaget kalau Anda bisa melihat dengan jelas pembuluh di bawah permukaan kulit. Jika Anda mengukurnya, pertambahan lingkaran perut juga sangat cepat, begitu juga dengan pertambahan tinggi rahim,

 



2. Peregangan Rahim
Pertambahan cairan ketuban yang berlebih dan begitu cepat bisa menyebabkan peregangan rahim, dan bisa juga mekan diafragma ibu hamil.

 

3. Sesak Napas Akut
Peregangan rahim itu membuat Anda merasakan keluhan seperti ibu dengan kehamilan kembar. Misalnya, sesak napas atau gangguan pernapasan berat, pertambahan berat badan berlebih, dan bengkak di sekujur tubuh.

 

4. Hipertensi Kehamilan
Semua keluhan di atas dapat mengakibatkan hipertensi dalam kehamilan, yang meningkatkan kemungkinan persalinan prematur.

 

5. Letak Janin Tidak Normal
Letak janin biasanya jadi tidak normal. Hal ini berpengaruh saat USG, karena letak janin yang jauh dari permukaan membuat denyut jantung janin menjadi lebih sulit didengar.

 

6. Kontraksi Dini
Peregangan atau tekanan kuat pada dinding rahim dapat memicu terjadinya kontraksi sebelum waktunya. Jadi pastikan Anda rutin berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari risiko persalinan prematur. Biasanya, dokter kandungan Anda akan memberikan obat pereda kontraksi.

 

7. Komplikasi Persalinan
Terlalu banyak air ketuban bisa menyebabkan perdarahan pasca-persalinan. Risiko plasenta terlepas dari tempatnya melekat juga bisa terjadi.

 

8. Operasi Caesar
Menurunnya kesejahteraan janin dan letak janin yang tidak normal bisa meningkatkan risiko Anda melahirkan dengan metode Caesar. (Tiffany/Dok. M&B UK)

 

 


RELATED ARTICLE

4 Jenis Kehamilan Kembar

Kram Setelah Orgasme saat Hamil

Tetap Sehat saat Hamil Kembar

OTHER ARTICLES

Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Emosi Anak, Moms!

Apa yang Harus Dilakukan saat ASI Tak Keluar?

Milia, Bintik Putih pada Wajah Bayi, Bahaya atau Tidak?

Mengenal Seluk-Beluk Surrogate Mother

Waspadai 5 Penyakit yang Sering Menyerang Anak Sekolah