Mother&Baby Indonesia
Sindrom Prader-Willi Bikin Molly Tak Berhenti Makan

Sindrom Prader-Willi Bikin Molly Tak Berhenti Makan

Molly Bywater, 5, menderita sindrom Prader-Willi, kelainan genetik langka yang ditandai dengan makan berlebihan, kesulitan belajar, dan pertumbuhan abnormal. Sindrom ini diketahui saat Molly berusia 3 minggu. Ibunya, Jo Bywater, 29, kewalahan menghadapi putri kecilnya ini. 

 

Ia, seperti dikutip The Sun, harus mengunci seluruh lemari dapur. Makanan pun diletakkan jauh dari jangkauan Molly. Di tahun ini, Jo yang juga seorang akuntan dan asisten pemasaran paruh waktu di Congleton, Cheshire ini, terpaksa menggunakan pintu taman yang berat untuk menutup dapurnya. Cara ini dilakukan agar 'Houdini mini' tersebut tidak mengakali pengamanan Jo dan mengambil makanan.



 

Menurut Jo, kalau Molly mendapat akses terhadap makanan, ia bisa makan banyak. Molly memang merasa lapar sepanjang waktu dan akan makan terus hingga lambungnya berisiko pecah. Hal ini tentu saja akan membahayakan Molly. "Sepertinya, saat ia besar, kami mungkin akan memasang alarm di dapur," lanjut Jo. 

 

Molly terbilang impulsif. Ia bisa mengambil apa saja yang tersedia. Ia tidak memiliki makanan kegemaran tertentu. Ia makan apa saja dan segala sesuatu yang ada dalam jarak pandangnya. Ia bahkan bangun pukul 02.00 dan bertanya, apakah sudah waktunya sarapan. 



 

"Kami tidak yakin apa yang akan terjadi di kemudian hari. Tetapi saat ini, kami berupaya mengontrolnya," tambah Jo. 

 

National Health Service (NHS) menyebutkan, sindrom Prader-Willi ini menyebabkan serentetan masalah. Termasuk keinginan untuk makan terus menerus, yang sepertinya dikendalikan oleh rasa lapar yang menetap. Sindrom ini disebabkan oleh cacat genetik pada kromosom 15. Sayangnya, tidak ada pengobatan untuk sindrom tersebut. Penanganan hanya ditujukan untuk mengelola gejala dan masalah yang berhubungan dengan sindromnya. (Dee/Dok. The Sun)



Tags: balita,   usia 5 tahun,   molly,   sindrom,   prader-willi,   makan terus-terusan,   genetik,   langka