Mother&Baby Indonesia
4 Menu Sarapan Ini Buat Anak Tidak Fokus di Sekolah!

4 Menu Sarapan Ini Buat Anak Tidak Fokus di Sekolah!

 

Moms, Anda pasti sudah tahu kalau peran sarapan sangat penting untuk menunjang aktivitas Si Kecil. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sarapan yang cukup dapat meningkatkan daya ingat anak, konsentrasi, juga meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan menganalisis sesuatu. Riset mengatakan, anak yang sarapan setiap pagi memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, nilai lebih tinggi, jarang terlambat, dan lebih terbebas dari risiko obesitas saat dewasa, dibanding anak yang tidak sarapan.

 



Tetapi, tidak semua makanan untuk sarapan dibuat dengan gizi seimbang. Sedangkan sarapan dengan makanan yang salah dapat memberi efek sebaliknya lho, Moms. Nah, untuk itu, kenali 4 makanan yang sebaiknya tidak dijadikan menu sarapan untuk anak:

 

1. Bagel
Bagel memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi, yang berarti karbohidrat dalam bagel dengan cepat berubah menjadi glukosa dan dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Menu ini membuat anak mudah lelah dan akhirnya gampang mengantuk di sekolah. Terlalu banyak glukosa dalam aliran darah juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes tipe 2. Apalagi, bagel biasanya diberi lapisan krim keju yang juga memiliki kandungan lemak jenuh. Wah, hal itu tentu tidak baik bagi tubuh Si Kecil.




2. Croissant
Croissant tanpa cokelat dan tambahan apapun sudah seperti makanan penutup dibanding menu sarapan. Mungkin Moms sudah tahu kalau croissant terbuat dari banyak mentega dan tepung. Nah, kandungan mentega itulah yang membuat salah satu jenis roti ini memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.


3. Sandwich Cepat Saji
Sarapan dengan sandwich sepertinya terlihat sederhana dan all-in-one dalam satu makanan, dilengkapi roti, telur, keju, dan daging. Tetapi, menu komplit ini justru bukan menu sarapan yang ideal. Sandwich tidak memiliki serat dan tinggi garam, lemak, dan kalori. Walaupun sandwich sangat mudah dibuat, cobalah alternatif lainnya seperti membuat telur dadar dengan sepotong roti gandum.


4. Donat
Mengonsumsi donat sebagai sarapan selama seminggu dapat menambah 1.500-2.000 kalori, tentu hal ini sama saja dengan menambah setengah kilo lemak pada tubuh. Donat bukanlah pilihan tepat untuk sarapan Si Kecil karena mengandung gula yang tinggi dan tidak mengandung serat. (Rita/TW/Dok. Foxnews)



Tags: sarapan,   makan,   toddler,   nutrisi,   diet,  








Cover Januari - Februari 2020