Mother&Baby Indonesia
Picky Eater Berhubungan dengan Gen?

Picky Eater Berhubungan dengan Gen?

 

Untuk para Moms yang senewen karena Si Kecil tidak mau makan, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak yang sulit makan ternyata berhubungan dengan gen.

 



Para peneliti dari University College London melibatkan 1.900 pasang balita kembar berusia 16 bulan untuk melihat tendensi balita selektif terhadap tekstur, rasa, dan bau makanan (food fussiness) dan ketika mereka menolak mencoba makanan baru (food neophobia). Orang tua anak-anak itu diberi kuisioner tentang sikap orang tua terhadap situasi makan dan lingkungan dalam rumah.

 

Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa gen menyebabkan 46 persen partisipan mengalami food fussiness, dan 58 persen mengalami food neophobia.



 

Mengomentari hasil penelitian ini, associate editor dari sebuah forum parenting Netmums, Jo Wheatley, mengatakan bahwa orang tua sekarang bisa berhenti menyalahkan diri mereka. “Banyak ibu yang merasa bersalah karena tidak cukup berusaha untuk membuat anak-anaknya makan lebih banyak. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa gen berperan penting dalam kesiapan mereka menerima makanan baru,” ujar Jo, seperti dikutip dari Fox 5.

 

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa sikap orang tua yang terlalu memaksa anak untuk makan dapat membuat mereka menjadi lebih pemilih lagi. “Membuat waktu makan memiliki suasana yang positif adalah salah satu solusinya,” jelas salah satu peneliti, Andrea Smith, PhD. Baca juga artikel Beragam Tipe Picky Eater dan Cara Mengatasinya ya, Moms. (Nadia/TW/Dok. M&B UK)



Tags: anak,   balita,   susah_makan,   picky_eater,   info










Cover April 2020