Mother&Baby Indonesia
Terlalu Berisik, Anak Jadi Susah Belajar Bicara

Terlalu Berisik, Anak Jadi Susah Belajar Bicara

 

 

Bagi orangtua, tumbuh kembang seorang anak memang menjadi hal utama yang penting untuk diperhatikan. Sejak masih dalam kandungan, Anda bahkan sudah menstimulasi kecerdasan anak dengan mengajaknya ngobrol. Dan ya, ajaibnya sang bayi yang masih di dalam kandungan pun mampu merespons dengan memberikan tendangan-tendangan kecil ke perut Anda.



 

Tidak berhenti di situ saja, stimulasi kecerdasan pun terus Anda berikan dengan sering mengajak Si Kecil ngobrol agar ia cepat lancar berbicara. Harapan ini pun dibantu oleh seluruh keluarga Anda yang beramai-ramai juga berusaha mengajaknya berbicara. Padahal, suara yang gaduh atau ribut justru membuat Si Kecil susah untuk mempelajari kata-kata baru.

 

University of Wisconsin-Madison mengadakan sebuah riset untuk membuktikan bahwa dengan latar belakang suara yang begitu gaduh membuat Si Kecil sulit untuk mempelajari kosakata baru. Percobaan pertama dilakukan kepada 40 anak (anak yang diajarkan sebuah kosakata baru dengan latar suara yang tenang dan yang gaduh), dan hasilnya yang mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan adalah anak yang diajarkan dengan latar suara tenang.



 

Setelah dilakukan 3 kali percobaan dengan anak-anak yang berbeda, ternyata mendapatkan hasil yang sama. Yakni, anak yang diajarkan sebuah kata baru dengan latar belakang suara yang tenang, lebih cepat untuk mengerti.

 

Brianna McMillan mengatakan bahwa tujuan dan hasil dari penelitian ini, seharusnya membuat para orang dewasa lebih hati-hati saat berbicara kepada Si Kecil. Sebuah studi membuktikan, dengan memberikan musik kepada Si Kecil, membuat pendengaran atau tingkat audiotori anak menjadi lebih tajam, dan membuat anak lebih cepat belajar. Jadi, ada baiknya kalau Moms lebih sering memperdengarkan musik pada Si Kecil, ya! (Adonia/Nadia/TW/Dok. M&B UK)



Tags: balita,   suara,   linguistik,   anak,   kecerdasan








Cover Januari - Februari 2020