Mother&Baby Indonesia
Sekolah Berbasis Agama untuk Si Kecil

Sekolah Berbasis Agama untuk Si Kecil

Dijawab oleh Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, M.HPEd.

 

T: "Halo Diana, saya sedang bersiap mendaftarkan anak ke sekolah. Tahun ini, usia Si Kecil 3 tahun. Saya ingin ia sekolah yang berbasis agama agar disiplin dan religinya kuat. Masalahnya, saya dan suami berbeda agama. Ia bilang sebaiknya Si Kecil bersekolah di sekolah sekuler saja dan baru masuk sekolah beragama jika telah SMP. Pertimbangannya, suami ingin agar anak punya suara untuk memilih agamanya sendiri. Saya jadi bingung, nih. Bagaimana ya solusinya?" (Anisyah, 27)



 

J: Hallo Anisyah, sekolah adalah tempat Si Kecil belajar menjadi anggota masyarakat. Ia harus menuruti aturan, menerima konsekuensi, beradaptasi, dan menikmati serunya berteman. Ada beberapa hal yang menurut saya penting dalam pemilihan sekolah usia dini.

 

Pertama, Anda harus memilih sekolah yang situasi dan kondisinya aman, sebab balita belum dapat menjaga dirinya dengan baik. Cari juga sekolah yang dekat, agar Si Kecil tidak terlalu lelah. Ke-2, kurikulum yang dianut harus yang sesuai dengan usia anak. Bila ada pelajaran, harus dilakukan sambil bermain. Ke-3, guru-guru yang mengajar harus mampu menjadi pengganti orangtua. Ia harus mencintai dan menyukai dunia anak-anak.

 



Ke-4, yang tak kalah penting adalah kondisi teman-teman Si Kecil. Lihat dahulu bagaimana murid di sekolah itu dan juga orangtua murid yang lain. Apakah mereka sesuai dengan apa yang kita anggap penting untuk anak? Bagaimana gaya hidup mereka, apakah sesuai dengan nilai keluarga Anda?

 

Sementara, apakah Si Kecil harus berada di sekolah agama atau sekuler merupakan prinsip penting yang harus diputuskan orangtua. Bagaimana Anda dan pasangan ingin membesarkan anak? Bila ia dibebaskan untuk memilih agamanya sendiri kelak, ia harus mendapatkan pendidikan agama dengan adil. Itu penting agar informasinya cukup saat ia harus memilih. Orangtua pun harus memberikan contoh dalam menjalankan ritual agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Bila ini yang dipilih, sekolah sekuler lebih tepat.

 

Jika Anda dan suami sependapat untuk mengajarkan 1 agama dulu saat kecil, namun dengan kebebasan penuh ketika ia dewasa kelak, sekolah beragama menjadi pilihan yang baik. Pada akhirnya, arahan dan landasan pola asuh bagi anak haruslah merupakan kesepakatan dan habungan prinsip kehidupan yang Anda berdua yakini akan baik untuknya. (RS/Sagar/DC/Dok. Nenetus/Freedigitalphotos)



Tags: balita,   anak,   sekolah,   pernikahan_beda_agama,   agama_untuk_anak










Cover Mei-Juni-Juli 2020