Mother&Baby Indonesia
Susu UHT vs Kental Manis untuk Balita

Susu UHT vs Kental Manis untuk Balita

Dijawab oleh Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, MS., MCN., Ph.D., SpGK, ahli nutrisi White Lotus.

 

Tanya:
Apakah pemberian susu UHT dan susu kental manis baik untuk anak di bawah usia 2 tahun? Dan bolehkah mereka mengenal susu dengan rasa lain, seperti cokelat dan stroberi?



 

Jawab:
Susu UHT dapat diberikan untuk anak-anak yang berusia 1 tahun ke atas (di bawah 1 tahun, harus diberikan ASI atau MP-ASI) asal tidak menyebabkan diare pada anak. Pemberian yang dianjurkan adalah 2-3 gelas sehari (1 gelas 250 ml) atau sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. Susu UHT yang diberikan sebaiknya yang plain (tanpa rasa), karena jika diberikan dalam rasa lain, seperti cokelat dan stroberi, akan menambah kebutuhan gula dari anak tersebut. Selain itu, biasanya susu UHT cokelat atau stroberi tidak menggunakan bahan asli tetapi menggunakan essence atau flavor buatan yang sangat tidak baik bagi batita. Batita sangat tidak diperbolehkan mengkonsumsi bahan-bahan buatan, termasuk flavor. Selain itu, dalam jumlah besar, cokelat dapat menghambat penyerapan kalsium dari susu tersebut. Namun, bila dibandingkan dengan susu formula, pemberian susu UHT jauh lebih baik karena berasal dari susu sapi segar asli yang mengalami proses pemanasan  sehingga lebih terjamin kualitasnya. Susu kental manis sebaiknya diberikan untuk anak-anak berusia di atas 3 tahun.



 

Hal ini berarti susu kental manis tidak diperbolehkan untuk anak di bawah usia 2 tahun karena sebagian besar komposisi dari susu kental manis adalah gula (90 persengula dan hanya 10 persen susu sapi segar). Gula dalam susu kental manis dapat menyebabkan diare pada anak-anak, terutama jika anak tersebut tidak tahan terhadap susu tersebut. (M&B)

 



Tags: susu,   balita,   uht