Mother&Baby Indonesia
Perlukah Sunat Pada Bayi Perempuan?

Perlukah Sunat Pada Bayi Perempuan?

Anda tentu sudah mengetahui bahwa sunat pada anak laki-laki perlu dilakukan untuk alasan kesehatan. Dengan anggapan yang sama, tindakan sunat juga dilakukan pada anak perempuan. Apakah benar demikian?

 

Menurut Dr. Caroline Mulawi, Sp.A dari Omni Medical Centre Jakarta, meski sebagian umat muslim menganggap sunat perempuan adalah hadits nabi, namun secara medis, sunat bayi perempuan tidak dianjurkan. Dalam dunia kedokteran, hanya anak laki-laki yang perlu disunat dengan tujuan membuka kulit yang menutup penisnya. Jika anak laki-laki tidak disunat, kotoran bisa saja tersembunyi di balik kulit penisnya. Kotoran ini, jika terakumulasi dapat menjadi salah satu penyebab kanker penis saat ia beranjak dewasa. Sering pula anak laki-laki yang tidak disunat mengalami infeksi karena penisnya kotor.



 

Pada anak perempuan, sunat tidak perlu dilakukan karena tidak ada bagian dari kulit vagina yang mengganggu kesehatan. Pada proses sunat anak perempuan, yang biasa dibuang adalah daerah sekitar klitoris. Pembuangan itu tidak diperlukan karena justru mengganggu reseptor bagian vagina yang memengaruhi rangsangan seksual saat Si Anak dewasa. Apalagi dalam prosesnya, sunat sudah pasti membuat anak terluka dan mengalami pendarahan. Jadi jika tidak ada alasan medis yang kuat, anak perempuan tidak perlu disunat. Lebih lanjut Dr. Caroline menjelaskan, sekarang sudah jarang dokter yang menganjurkan pasien bersalinnya untuk melakukan sunat pada bayi perempuan mereka. (SDS/Aulia/DC/Dok. M&B)

 

Baca Juga:

Program Bayi Perempuan



Pendengaran Bayi Perempuan Lebih Sensitif

Penantian Bayi Perempuan Selama 200 Tahun!

Pengemudi Transportasi Berbasis Aplikasi Bantu Kelahiran Bayi Perempuan

Memilih Jenis Kelamin Bayi? Yuk, Gunakan Metode Ini!

 



Tags: sunat_bayi,   sunat_bayi_perempuan,   bayi,   ibu,  










Cover April 2020