Mother&Baby Indonesia
Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter? (2)

Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter? (2)

Apakah Anda langsung pergi ke dokter ketika Si Kecil batuk atau demam? Tunggu dulu ya, Moms! Sebab tak semua gejala penyakit harus ditangani dokter. Berikut M&B berikan alasan-alasan yang membuat Anda harus membawa Si Kecil ke dokter.

 

Si Kecil Terus Menerus Muntah 
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan Si Kecil ingin muntah, antara lain karena ia keracunan makanan atau sakit perut yang melilit. Bila ia terus menerus muntah hingga kehilangan berat badan. Anda harus segera menemui dokter Anda. Dr. Sarah Davey mengatakan, muntah yang disertai diare akan menyebabkan bayi Anda dehidrasi. Tandanya adalah lesu, mata yang cekung, atau ubun-ubun yang juga cekung. “Jika gejala ini sudah terlihat, langsung antarkan ia ke RS terdekat,” ujarnya.



 

Kebiasaan muntah setelah makan atau menyusui yang biasanya dialami bayi berusia di bawah 2 bulan juga hal yang patut Anda waspadai. Bisa jadi ia terserang penyakit pyloric stenosis, yaitu penyumbatan pada saluran perut karena otot pada persendian di antara perut dan usus terlalu berkembang. “Kondisi ini bisa terdeteksi dengan baik apabila Anda cepat membawanya ke dokter. Biasanya dokter akan mengambil tindakan operasi untuk memotong otot yang terlalu berkembang tersebut,” kata Dr. Sarah.

 

Berjalan Terpincang-pincang
Anak yang aktif biasanya lebih sering jatuh karena mereka tidak bisa diam. Makanya tak heran bila kaki Si Kecil terkilir yang mengakibatkan jalannya menjadi pincang. Jika ia mengalami hal ini, Anda tak perlu was-was. Namun, jika ia tiba-tiba pincang ketika sedang berjalan biasa Anda boleh memeriksakannya. “Untuk mengetahui penyebab pincang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan sinar X guna mengecek tulang atau sendi yang terluka atau bergeser,” papar Dr. Philippa Ridley, dokter anak M&B.

 

Dr. Philippa menambahkan, bayi yang sedang belajar berdiri biasanya akan bertumpu pada ujung jari kakinya dan sesekali ia akan jatuh karena itu. Selama ia masih bisa kembali berdiri dan bertumpu dengan benar, bayi Anda dalam keadaan baik-baik saja. Namun, bila si kecil menjadi pincang setelah ia terjatuh, ada baiknya Anda memeriksakan ke dokter.

 

Mengeluh Sakit Perut
Balita dan bayi  lebih rentan terserang penyakit apapun, termasuk penyakit perut. Waspadalah jika Si Kecil mengeluh sakit perut selama lebih dari 2 jam karena boleh jadi ia terserang radang usus buntu. “Radang usus buntu umumnya dibarengi dengan demam yang bisa membuat buah hati Anda rewel. Komplikasi lain dari penyakit ini adalah kolik yang disebabkan karena ia merasakan kesakitan di perut bagian bawah. Bayi yang belum bisa berbicara belum bisa mengatakan pada Anda apa yang ia rasakan. Tapi Anda bisa melihat dari gejala lain seperti membuang makanannya, muntah-muntah, dan enggan untuk berjalan,” kata Dr. Philippa.

 



Bentuk Tinja yang Tidak Biasa
“Apabila bayi Anda tampak kesakitan dengan wajah pucat, perutnya mengeras, dan ada darah dalam tinjanya, langsung bawa ia ke dokter,” kata Dr. Philippa. Ini mungkin merupakan gejala dari intussuspection atau adanya penyumbatan usus. Tanda lainnya adalah muntah berwarna kehijauan, tinja kental berwarna kemerahan, dan menangis meraung-raung karena ia merasa tidak nyaman.

 

Penyakit lain yang juga wajib Anda perhatikan adalah infeksi gastroenteritis atau radang pada lambung, usus besar, dan usus kecil yang ditandai dengan diare yang berlebihan. Karena  diare ini, kemungkinan Si Kecil untuk mengalami dehidrasi sangat besar. Maka Anda harus rajin memberikan ia cairan yang cukup. Bila ia muntah jangan berikan minuman langsung dalam jumlah banyak, tetapi berikan sedikit demi sedikit tiap 5 menit. Anda juga bisa berikan ia larutan oralit untuk menggantikan cairan yang hilang.  

 

Bereaksi Terhadap Alergen
Anak-anak yang punya alergi terhadap makanan atau benda tertentu memiliki kemungkinan untuk mengalami reaksi yang negatif. Misalnya saja bibir, lidah, dan wajah yang membengkak, disertai kesulitan bernapas. Meskipun kejadian ini tergolong jarang terjadi pada bayi dan anak-anak, namun Anda tetap harus waspada. “Bila Anda menemui tanda seperti ini pada Si Kecil, langsung telepon layanan gawat darurat,” pesan Dr. Sarah.

 

“Reaksi alergi lain yang bisa timbul seperti eksim, hidung berair, dan rona kemerahan di sekitar matanya membutuhkan tes untuk mengetahui penyebab alergi tersebut. Hal ini penting agar bisa dilakukan penanganan yang tepat. Anda juga harus membuat catatan tentang apa saja yang membuat Si Kecil alergi sehingga mempermudah dokter untuk memberikan pengobatan,” imbuhnya.  (LE/Sagar/DT/Dok. M&B)

 

Baca juga : Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter? (1)



Tags: bayi,   balita,   anak,   dokter








Cover Maret 2020