Mother&Baby Indonesia
Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter? (1)

Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter? (1)

Apakah Anda langsung pergi ke dokter ketika Si Kecil batuk atau demam? Tunggu dulu ya, Moms! Sebab tak semua gejala penyakit harus ditangani dokter. Berikut M&B berikan alasan-alasan yang membuat Anda harus membawa Si Kecil ke dokter.

 

Kulit Si Kecil Berbintik-bintik Ungu Kemerahan
Jika bayi Anda digigit nyamuk, kadang menimbulkan bekas berbentuk bintik kemerahan yang tidak perlu Anda takutkan. Namun waspadalah bila pada kulit Si Kecil terdapat bintik-bintik ungu kemerahan yang ketika Anda menggosoknya, bintik itu tak memudar. Dr. Philippa Ridley, dokter anak M&B mengatakan, ada beberapa kasus yang bisa menyebabkan kulit Si Kecil mengalami bintik namun sebagian besar tidak berbahaya. Tapi bila ada bintik ungu kemerahan yang berukuran cukup besar, berhati-hatilah. Bisa jadi ini adalah tanda bahwa ia mengalami meningitis. “Segera bawa ia ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan mendalam di RS,” ucap Dr. Philippa.



 

Bayi Anda Tiba-tiba Kehilangan Kesadaran
Satu dari 20 balita, tetapi lebih banyak dialami bayi usia 6 bulan, mengalami kejadian ini. Tiba-tiba ia kejang, tak sadarkan diri kemudian kaku dan wajahnya menjadi pucat. Hal ini berlangsung singkat karena otaknya tidak berfungsi dengan baik. “Keadaan menakutkan ini pasti membuat Anda panik. Langsung bawa ia ke rumah sakit atau hubungi layanan gawat darurat (di Indonesia adalah nomor telepon 118),” kata Philippa. Beliau menambahkan, “Usahakan agar bayi Anda tetap tenang, buka pakaiannya dan belai ia dengan lembut. Sesaat setelah ia sadarkan diri, segera beri ia parasetamol khusus untuk bayi.”

 

Kepala Bayi Anda Terbentur
Agak sulit memang untuk mengetahui seberapa parah sebuah benturan di kepala bayi Anda. Karena itu Anda harus melakukan pengecekan dengan saksama. “Jika ia terjatuh dan ada benturan pada bagian kepala dan setelah itu ia muntah lebih dari sekali, rewel, dan terlihat sangat pusing, ini waktunya Anda ke dokter,” ujar Dr. Sarah Davey. Apabila keadaannya makin serius seperti misalnya kehilangan kesadaran, Anda harus langsung melarikannya ke rumah sakit.

 



Ia Bernapas Tersengal-sengal
Kesulitan bernapas sehingga ia tampak tersengal-sengal merupakan indikasi bahwa ia mengalami bronkiolitis. Bronkiolitis adalah infeksi pada dada karena adanya Respiratory Syncytial Virus (RSV) di saluran udara kecil di paru-paru, yang menyebabkan bayi menjadi sulit bernapas. Bayi dibawah 6 bulan memiliki risiko terbesar untuk terkena RSV. Gejala lain penyakit ini adalah demam dan kesulitan makan atau minum. Karena itu pantau terus suhu tubuhnya dan berikan ia cairan yang cukup. Menurut Dr. Sarah, Anda perlu menelepon ambulans jika ia bernapas lebih cepat dan berbunyi, mendadak kulit atau bibirnya membiru, dan susah menelan karena tak bisa bernapas dengan baik.

 

Penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan yang patut Anda waspadai adalah croup. Croup adalah peradangan pada saluran napas atas yaitu di laring, yang disebabkan oleh virus seperti parainfluenza, influenza, RSV atau karena alergi. Gejalanya adalah batuk seperti “menggonggong” dan kerap terjadi pada malam hari. Bila bayi Anda mengalaminya, ia membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

 

Demam Pada Newborn
Bayi dibawah usia 3 bulan lebih rentan mengalami demam. Jika bayi Anda suhu tubuhnya lebih dari 38°Celcius, Anda patut curiga. Menurut Dr. Philippa, bayi yang baru lahir khususnya mereka yang berusia dibawah 6 minggu lebih berisiko mengalami infeksi karena sistem imun mereka belum matang. “Bila suhu tubuhnya terus tinggi selama lebih dari 3 hari, meskipun sudah diberi parasetamol, ajak ia ke dokter anak Anda. Kalau ada gejala lain, bisa jadi ia mengalami salesma atau yang lebih serius seperti meningitis. Semakin cepat gejala lain terdeteksi, semakin baik penanganannya,” kata Dr. Sarah. (LE/Sagar/DT/Dok. Freedigitalphotos)



Tags: bayi,   balita,   anak,   dokter,   penyakit,   kesehatan








Cover Maret 2020