Mother&Baby Indonesia
Serba Serbi Keguguran

Serba Serbi Keguguran

Masa awal kehamilan bagi sebagian wanita adalah fase paling rentan terhadap kondisi kehamilan mereka. Namun, seorang ahli kandungan asal Inggris, Diana Hamilton Fairley menyarankan agar para calon ibu mengenali faktor yang menjadi penyebab keguguran.

 

“Keguguran umumnya terjadi pada awal kehamilan, usia 23 minggu. Keguguran biasanya disebabkan oleh kelainan kromosom pada calon bayi. Selain itu, keguguran juga bisa disebabkan oleh sindrom antifosfolipid, yaitu gangguan yang menyebabkan risiko pembekuan darah. Setelah diuji, 1 dari 100 wanita berisiko mengalami keguguran berulang,” jelas Diana, seperti dilansir dari M&B UK.



 

Dalam banyak kasus, keguguran seringkali tidak disadari oleh banyak wanita. Bahkan, keguguran seringkali terjadi sebelum Anda tahu bahwa Anda sedang hamil. Gejala keguguran pun bisa dilihat dari gejala umum, seperti pendarahan ringan hingga berat, sampai vlek.

 

Jika Anda mengalami gejala yang merujuk pada keguguran, hubungi dokter kandungan Anda segera. Dokter akan memeriksakan keadaan Anda melalui pemeriksaan leher rahim, USG, atau tes darah untuk memeriksakan jantung bayi Anda.

 



"Kelebihan berat badan juga menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan. Kadar gula darah juga memengaruhi peluang kehamilan. Jadi, sebaiknya sebelum hamil Anda perlu memperhatikan masalah berat badan ini. Selain itu, rokok dan alkohol juga harus dihindari,” tambah Diana.

 

Ia menyarankan agar para calon ibu untuk mulai membiasakan makan makanan sehat dengan perbanyak sayuran dan buah. Olahraga ringan yang aman dilakukan saat hamil juga baik bagi kehamilan Anda, seperti berjalan dan berenang. (Aulia/DT/dok.M&B UK)

 

BACA JUGA: Hubungan Seksual  Setelah Keguguran



Tags: keguguran,   ibu,   hamil,   wanita,  








Cover Maret 2020