Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Bayi Ngempeng?

Bolehkah Bayi Ngempeng?

Sebenarnya, sangatlah normal dan sehat bagi bayi untuk mengisap jempol, jari, ataupun empeng. Ini bukan merupakah hal yang harus Anda takuti. Mengisap merupakan salah satu refleks alami bayi dan sudah dilakukannya sejak berada di dalam kandungan.


Anak-anak biasanya berhenti mengempeng di usia 3 atau 4 tahun. Pada usia ini, kebiasaan mengempeng tak akan memengaruhi bentuk rahang dan giginya. Namun, beberapa anak kesulitan melepaskan empeng atau kebiasaan mengisap jempol di usia yang lebih besar. Anak-anak yang masih mengempeng atau mengisap jari ketika gigi tetapnya sudah tumbuh, kemungkinan akan mengalami permasalahan, seperti perubahan bentuk rahang dan gigi.


Selain usia berhenti mengempeng, frekuensinya dan objek apa yang diisapnya juga berpengaruh. Jika usia anak sudah semakin besar, namun ia masih mengempeng, jelaskan perlahan-lahan dengan bahasa yang mudah dipahami apa saja bahaya dari kebiasaan ini jika berlanjut terlalu lama. Jika Si Kecil menggunakan empeng, pastikan aman dan bersih. Jangan gunakan tali yang berisiko mencekik leher Si Kecil. Pilih empeng yang cukup besar hingga Si Kecil tak mungkin menelannya, terbuat dari bahan yang aman dan tidak beracun, memiliki pegangan yang mudah digenggam, memiliki lubang ventilasi di sisi belakang. Selalu periksa empeng sebelum diberikan kepada Si Kecil. Pastikan empeng tidak robek, berlubang, dan selalu bersih. (M&B/Dok. Free Digitalphotos)







Tags: empeng,   bayi,   rahang








Cover Maret 2020