Mother&Baby Indonesia
ASI Bagi Bayi di Atas 6 bulan

ASI Bagi Bayi di Atas 6 bulan

Sesudah fase pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan, banyak yang menyarankan ibu untuk terus melanjutkan pemberian ASI kepada bayinya hingga batas usia 2 tahun atau hingga anak melepaskan sendiri kebutuhannya terhadap ASI. Mengapa?

 

Menurut para ahli, selain masih mengandung protein, lemak, dan nutrisi penting lain yang dibutuhkan anak, ASI mengandung zat imunitas dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan pada 6 bulan pertama menyusui. Imunitas ini terutama melindungi anak dari infeksi. ASI juga menyimpan sejumlah faktor pertumbuhan yang dapat mendorong sistem imunitas berkembang lebih matang, sehingga membuat perkembangan otak, usus, dan organ lainnya berjalan lebih optimal. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa pemberian 448 ml ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi sebanyak 29 persen dari kebutuhan energinya, 43 persen dari kebutuhan proteinnya, 36 persen dari kebutuhan kalsiumnya, 75 persen dari kebutuhan vitamin A, 76 persen dari kebutuhan asam folatnya, 94 persen dari kebutuhan vitamin B12, dan 60 persen dari kebutuhan vitamin C.



 

Lain daripada itu, aspek penting dari menyusui anak di usia kanak-kanak sebenarnya lebih kepada hubungan mendalam antara ibu dan anak. Menyusui adalah tindakan nyata atas bentuk kasih sayang yang dirasakan anak setiap kali ia berada dalam pelukan sang ibu. Pernahkan Anda melihat anak tergelak tanpa alasan jelas ketika sedang menyusu? Atau terdiam seketika setelah sebelumnya menangis kesakitan? Kenikmatan yang ia rasakan boleh jadi memang jauh melampui rasa senang yang ia peroleh dari sekadar pemenuhan atas makanan. Begitu pula sang ibu. Tak jarang, proses menyusui menjadi momen tak tergantikan untuk melahirkan rasa nyaman. Jadi, kalau memang memungkinkan, tidak ada salahnya untuk tetap menyusui anak Anda.



 

(Fifi Juliana/DT/dok.M&B UK)



Tags: asi,   menyusui_setelah_6_bulan,   bayi,   menyusui










Cover April 2020