Mother&Baby Indonesia
Terapi Hormon Progesteron Kurangi Risiko Prematur

Terapi Hormon Progesteron Kurangi Risiko Prematur

Kelahiran prematur menjadi salah satu kekhawatiran bagi ibu hamil. Pasalnya, berbagai faktor pada kehamilan bisa memicu risiko kelahiran dini ini. Di Inggris, sebanyak 54.000 wanita mengalami persalinan prematur sebelum usia kehamilan 36 minggu, setiap tahunnya. Selain itu, dampak yang diakibatkan oleh kelahiran prematur juga sangat serius, mulai dari kecilnya kesempatan mereka bertahan hidup, hingga cacat seumur hidup bagi yang selamat.

 

Saat ini, teknologi kesehatan menemukan bahwa metode pengobatan hormon dapat membantu mencegah kelahiran prematur bagi ribuan calon ibu di Inggris. Dalam teknologi pengobatan ini, wanita diberi tambahan hormon progesteron dalam dosis harian. Terapi ini disebut dapat membantu mengurangi jumlah kelahiran prematur, hingga 50 persen.



 

Penelitian ini melibatkan 68 ibu hamil dari sebuah rumah sakit di Inggris, dan mengungkapkan hasil yang mengejutkan bahwa bayi yang lahir setelah menjalani pengobatan ini lebih mungkin untuk bertahan hidup. Profesor Andrew Shennan, seorang ahli dalam kelahiran prematur sekaligus juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists, juga terlibat dalam penelitian di Inggris ini.

 



“Saya merekomendasikan metode pengobatan ini. Saya rasa ini harus diberikan pada semua wanita yang memiliki faktor risiko tertentu pada kehamilannya. Terutama bagi wanita yang memiliki riwayat keguguran pada usia 16 sampai 34 minggu,” ungkapnya, seperti dilansir dari Daily Mail.

 

Hormon progesteron sempat digunakan untuk mengobati nyeri pra-menstruasi dan melindungi wanita terhadap keguguran berulang pada awal kehamilan. Hormon ini bertanggung jawab untuk mempersiapkan tubuh untuk kehamilan dan membantu menjaga lapisan rahim. Rendahnya tingkat progesteron telah dikaitkan dengan keguguran. (Aulia/DT/dok.M&B)



Tags: persalinan,   birth,   prematur,   progesteron,  










Cover April 2020