Mother&Baby Indonesia
Ukuran Payudara dan Produksi ASI

Ukuran Payudara dan Produksi ASI

Banyak mitos beredar berkaitan dengan ukuran payudara serta pengaruhnya terhadap produksi ASI. Apa iya, payudara besar menghasilkan lebih banyak ASI dibandingkan payudara kecil?

 

Menurut Konselor Laktasi dr. Ambarsari Kusuma Ningtyas, jumlah produksi ASI tidak dapat ditentukan oleh ukuran besar atau kecilnya payudara. Memang, bentuk dan ukuran payudara mulai berubah saat usia kehamilan 13 minggu hingga satu bulan setelah persalinan. Payudara akan terus berubah setelah ibu melahirkan dan menyusui. Namun, itu tidak ada hubungannya dengan produksi ASI. ASI berasal dari dorongan hormon prolaktin dan oksitosin yang biasanya terjadi 2 atau 3 hari pasca-melahirkan. Hormon prolaktin yang memicu produksi ASI ini akan meningkat pada malam hari. Itu mengapa menyusui pada malam hari mampu menjaga pasokan ASI.



 

Di samping prolaktin, hasil produksi ASI juga terpengaruh oleh hormon oksitosin. Hormon ini dihasilkan otak sebagai bentuk reaksi terhadap rangsangan pada puting payudara ketika bayi menyusu. Saat terlepas, oksitosin akan memengaruhi pikiran dan perasaan ibu, membuatnya jadi lebih relaks, sehingga dapat membuat ASI mengalir lebih deras. Jauhkan pula pikiran negatif atau rasa khawatir yang dapat menghambat proses produksi ASI.



 

Semakin sering dikeluarkan, baik dengan cara disusukan ataupun diperah, ASI berproduksi semakin banyak. Sempurnakan manfaat ASI dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan.
 

(Fifi Juliana/DT/dok.M&B UK)



Tags: payudara,   asi,   menyusui,   produksi_asi