Mother&Baby Indonesia
Detoks Rumah, Yuk!

Detoks Rumah, Yuk!

Rumah Anda mungkin sudah tampak rapi dan bersih, namun apakah sudah masuk ke dalam kategori rumah yang sehat? Selain potensi kuman yang tersembunyi, bahaya yang mengancam kesehatan juga bisa datang dari peralatan rumah tangga yang digunakan dan bahan-bahan pembersih. Yuk, detoks rumah Anda!

 

Sirkulasi Udara Lancar



Usahakan udara dan pintu rumah Anda terbuka di siang hari. Hal ini untuk menjaga kelancaran pergantian udara di rumah. Sirkulasi udara bertujuan untuk menghilangkan udara yang sudah terpapar racun. Anda juga bisa menempatkan tanaman hijau di beberapa sudut rumah Anda yang berfungsi penghilang racun alami.

 

Menjemur Perabotan

Bukan pakaian saja yang harus dijemur, tapi juga perabotan di dalam rumah, seperti perangkat tidur sampai alat memasak. Cara ini akan mematikan virus dan bakteri yang menempel pada barang tersebut.

 

Cat Tembok Aman

Banyak car tembok mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh seperti timbal. Jika mengelupas, timbal mudah menempel pada debu dan masuk ke dalam tubuh. Pilihlah cat tembok yang berbahan dasar air dengan kadar timbal rendah.



 

Produk Eco-friendly

Mulai sekarang, perhatikan produk apa saja yang Anda gunakan untuk membersihkan rumah, sebab sebagian produk ternyata mengandung zat yang tidak ramah lingkungan. Pilih produk berbahan dasar air dan yang pasti eco-friendly.

 

Cek Peralatan Memasak di Dapur

Peralatan memasak yang memiliki lapisan anti-lengket mengandung polytetrafluoroethylene. Ini merupakan zat karsinogen yang mudah menguap dan menyebarkan gas beracun ketika dipanaskan pada suhu di atas 300 C. Ganti segera peralatan masak jika lapisan anti-lengketnya sudah terkelupas (VH/Sagar/DT/Dok. M&B)

 

Untuk mengetahui tips lain untuk 'mendetoksifikasi' rumah Anda, cek di majalah Mother&Baby Indonesia edisi Juli 2015 ya, Moms!



Tags: rumah,   kesehatan










Cover April 2020