Mother&Baby Indonesia
Si Kecil Nyaman Selama Musim Panas

Si Kecil Nyaman Selama Musim Panas

Memasuki musim panas berarti balita Anda terbebas dari mantel atau jaket tebalnya. Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak memerhatikan kondisi Si Kecil ya, Moms. Dilansir melalui M&B UK, selagi menikmati hangatnya sinar matahari di luar rumah, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat membantu Si Kecil beradaptasi dengan suhu udara yang meningkat dan melindungi kulitnya dari pancaran sinar matahari.

 



Jangan Langsung Terpapar Sinar Matahari
Orang dewasa mungkin tidak apa-apa berjemur di bawah matahari secara langsung, namun tidak bagi kulit Si Kecil. “Kulit bayi jauh lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Karenanya kulit Si Kecil akan lebih mudah terbakar,” ungkap seorang perawat bernama Hannah Love. Kandungan pigmen melanin yang berfungsi melindungi kulit dari sinar matahari masih sangat sedikit pada kulit bayi. Jadi, sebaiknya bayi di bawah 6 bulan tidak langsung terpapar oleh sinar matahari. Kenakanlah pakaian yang nyaman saat bermain di luar ruangan.

 

Gunakan Losion
Kulit bayi di atas 6 bulan dan balita sudah boleh terkena sinar matahari secara langsung jika mereka mengenakan losion dengan kandungan tabir surya yang tinggi. Pilih losion yang diformulasikan khusus untuk bayi dan balita untuk menghindari iritasi pada kulit sensitifnya. Oleskan losion di sekujur tubuh yang terekspos matahari, termasuk bagian telinga dan kulit kepala.

 

Siapkan Atribut Pelindung
Jika balita Anda sedang bermain di luar rumah, jangan lupa memakaikannya topi, baju yang nyaman, dan kacamata. Untuk topi, pilih yang memiliki tali yang bisa dikaitkan di dagu Si Kecil agar tidak terjatuh.

 



Rawat Luka Sengatan Sinar Matahari
Jika kulit Si Kecil terbakar, Anda harus merawatnya secara tepat. Berikan salep yang sudah direkomendasikan dokter untuk merawat luka bakarnya dan oleskan produk untuk meredam rasa perih yang dirasakannya. Jika luka bakarnya cukup parah, periksakan ke dokter.

 

Jangan Sampai Dehidrasi
Pada daerah beriklim panas, balita membutuhkan lebih banyak air putih agar tidak dehidrasi. Bagi bayi yang masih menyusu, asalkan Anda tetap terhidrasi dengan baik maka tidak perlu khawatir. “ASI menjadi lebih cair di saat cuaca panas sehingga bayi tetap terhidrasi. Hebat bukan!” ujar Hannah. Perhatikan juga popok Si Kecil, sebab jika ia jarang buang air kecil, itu adalah tanda awal dari dehidrasi.

 

Menurunnya nafsu makan Si Kecil saat cuaca panas adalah hal yang wajar terjadi. Hannah menyarankan, “Jangan terlalu cemas dengan asupan makanan yang sedikit berkurang, namun fokuslah terhadap asupan cairan Si Kecil. Anda bisa membuat es loli dari campuran air dan jus buah atau smoothies buah kesukaannya.”

 

Bantu Mengatur Suhu Tubuh
Bayi tidak memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya seperti orang dewasa. Area di otaknya belum bisa untuk melakukan hal tersebut sampai ia berusia 5 tahun. “Semakin tinggi metabolisme maka semakin tinggi pula suhu tubuh bayi, bahkan lebih tinggi daripada orang dewasa, ditambah lagi bayi belum memiliki kemampuan berkeringat selayaknya orang dewasa. Jadi penting bagi Anda untuk memonitor dan membantu Si Kecil mengatur suhu tubuhnya,” jelas Hannah.

 

Cara terbaik adalah dengan melindunginya dari panas sinar matahari. Jika tubuhnya panas karena terkena sinar matahari, Anda bisa mengajaknya bermain air di tempat yang terlindung dari matahari untuk menurunkan suhu tubuhnya.

 

Hindari Kepanasan Saat Tidur
Sebelum tidur malam, lap tubuh atau mandikan Si Kecil lalu pakaikan ia piama berbahan katun agar ia tidak kepanasan. Jika ia ingin tidur siang, tutup jendela agar suhu ruangan menjadi lebih sejuk.

 

Meningkatkan Vitamin D
Apabila bayi Anda berusia di atas 6 bulan, paparan sinar matahari sangat baik untuknya. Ini dikarenakan matahari adalah sumber dari vitamin D. Bagi orang Asia, paparan sinar matahari yang dibutuhkan adalah sekitar 450 menit dalam seminggu. Pada pukul 11 pagi hingga 2 siang sinar matahari sangat kuat, oleh sebab itu Si Kecil boleh bermain di luar ruangan sebelum atau setelahnya. (Sagar/DT/Dok. M&B UK)



Tags: bayi,   balita,   anak,   musim_panas,   sinar_matahari