Mother&Baby Indonesia
Si Kembar dengan Twin to Twin Transfusion Syndrome Bertahan Hidup

Si Kembar dengan Twin to Twin Transfusion Syndrome Bertahan Hidup

Pilihan sulit harus dihadapi Karen Gregory, 32 dan pasangannya Kris Beeson, 25. Kedua bayi kembar mereka mengalami Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS) atau sindrom transfusi kembar ke kembar yaitu kondisi disribusi darah yang tidak merata kepada bayi kembar identik yang berbagi plasenta. Salah satu bayi menerima suplai darah lebih sedikit (donor) dan yang lainnya menerima lebih banyak (resipien). Dokter mendiagnosa bayi Karen mengalami TTTS pada kehamilan 20 minggu dan sudah berada pada stadium 3 (dari stadium 5).

 

Saat itu kedua pasangan dari Inggris ini diberikan 3 pilihan, pertama menggugurkannya dengan sengaja, tidak melakukan sesuatu namun membiarkan bayi keguguran sendiri, dan menjalani operasi dengan kedua bayi memiliki kemungkinan bertahan hidup hanya 30 persen. Karen memilih untuk tetap melahirkan kedua bayinya.



 

Selama operasi kamera dimasukkan ke dalam rahim Karen dan pembuluh darah di plasenta ditutup dengan laser agar kedua bayinya menerima volume darah yang sama. Karen menjalani operasi selama tujuh hari. Ketubannya pecah pada usia kehamilan 25 minggu namun belum juga melahirkan sampai usia kehamilan 32 minggu. Barulah pada Februari lalu, kedua bayinya lahir dan diberi nama Leo dan Joshua.

 



Karena lahir prematur, bayi Leo dan Joshua harus diberikan perawatan khusus dan baru pulang dari rumah sakit saat berusia 6 minggu. Saat ini mereka telah berusia 18 minggu dan keduanya dalam keadaan sehat.

 

(Meiskhe/DT/dok.MirrorUK)



Tags: kembar,   twin_to_twin_transfusion_syndrome








Cover Maret 2020