Mother&Baby Indonesia
Balita Konsumsi Kafein?

Balita Konsumsi Kafein?

Dijawab oleh: Emilia E. Achmadi MS., RD., nutritionis.

T: Apakah balita boleh mengonsumsi kafein? Apa akibatnya? Dan minuman apa saja yang mengandung kafein?

J: Konsumsi kafein dapat memunculkan efek samping berikut:
• Balita yang mengonsumsi kafein dapat kehilangan nafsu makan sehingga berisiko mengurangi asupan energi yang dapat mengganggu proses pertumbuhan.
• Kafein membuat tubuh kehilangan cairan (bersifat diuretik). Apabila balita mengonsumsi kafein dalam jumlah berlebih, dehidrasi dapat terjadi.
• Efek samping lain dari kafein adalah meningkatkan detak jantung, sulit tidur, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, naiknya tekanan darah, menimbulkan rasa mual dan muntah. Efek samping ini tidak hanya muncul pada balita, tetapi juga orang dewasa.




Tidak ada guideline jumlah kafein yang aman untuk dikonsumsi balita setiap hari, tetapi pemerintah Kanada menggunakan batasan 45 mg untuk asupan satu hari. Sumber kafein yang paling umum adalah kopi, teh, soda, dan cokelat. Kadang kafein juga muncul pada produk yang menggunakan rasa kopi.



Kandungan kafein dalam makanan (rata-rata)**:
Soda satu kaleng (355 ml): 34-55 mg.
Cokelat 30 gr: 6-20 mg.
Es teh satu gelas besar (355 ml):  sekitar 70 mg.
Susu cokelat satu gelas (250 ml):  5 - 10 mg.
Obat batuk atau pilek satu tablet/sendok: sekitar 30 mg.
** Data USDA dan National Soft Drink Association (M&B/ Dok. Free Digitalphoto)



Tags: balita,   kafein








Cover Maret 2020