Mother&Baby Indonesia
Risiko Ibu Kurang Tidur

Risiko Ibu Kurang Tidur

Banyak orangtua baru yang seringkali tidak siap ketika waktu tidur mereka harus terputus karena tangisan bayi. Aktivitas lain seperti memasak, belanja, berkumpul dengan teman-teman, sampai membersihkan rumah, kerap dilakukan dengan kondisi kurang tidur. Jika Anda terus memaksakan diri dengan kondisi seperti itu, cepat atau lambat tubuh Anda akan 'ambruk'.

 

Kurang tidur akan memengaruhi keadaan fisik dan emosi Anda. Anda akan merasa lelah luar biasa, lesu, merasa tidak fit, dan kehabisan energi. Selain itu, Anda juga akan mengalami disorientasi yang dapat membuat Anda seringkali lupa jam dan hari. Anda juga sulit mengkoordinasi pikiran dan gerakan yang membuat Anda jadi sulit berkonsentrasi, serta cenderung sembrono.



 

Selain fisik, Anda akan lebih emosional, mudah menangis, kesal, dan mudah tersinggung. Anda juga akan kehilangan gairah seks. Anda lebih memilih tidur ketimbang bermesraan dengan pasangan. Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, kemungkinan besar Anda sedang dalam kondisi kurang tidur. Namun jangan khawatir, waktu tidur Anda akan kembali seiring pertumbuhan Si Kecil.



 

Bila Anda mengalami depresi berlebih, konsultasi pada orang terdekat atau psikolog tentu dapat mengurangi  emosional Anda. Manfaatkan pula waktu tidur Anda selagi Si Kecil tidur. Membiasakan tidur lebih awal bersama Si Kecil pada malam hari juga dapat membantu. (Aulia/DT/dok.M&B)



Tags: ibu,   baru,   newmom,   tidur,   depresi,  










Cover April 2020