Mother&Baby Indonesia
Anak Down Syndrome menjadi Anggota Tim Sepak Bola

Anak Down Syndrome menjadi Anggota Tim Sepak Bola

Keterbatasan fisik pada anak down syndrome ternyata tidak membuatnya untuk tidak aktif. Henry Pavitt, 7, mengalami down syndrome sejak lahir dan dibantu makan dengan tabung sampai usianya 3 tahun. Di usia 5 tahun ia baru berlatih berjalan.

 

Namun karena cintanya kepada sepak bola, Henry tampaknya bisa mengatasi segala masalah kesehatannya. Ayahnya, Dean Pavitt mengatakan Henry yang belajar berjalan sambil menendang bola dan awal tahun ini mulai bermain untuk Tim Wagga United. “Ia senang bermain dengan anak-anak lainnya dan saya selalu menemaninya. Bermain bola juga penting untuk perkembangan gerak dan kognitifnya,” ujar Dean.



 

Pada Agustus nanti, Henry genap berusia 7 tahun namun memiliki berat badan di bawah normal. Beratnya hanya 13,2 kg dan tingginya 93 cm, jauh di bawah anak-anak seusianya yang memiliki berat normal 25 kg dan tinggi 122 cm.



 

Selain masih belajar berjalan, ia juga tidak berkomunikasi dengan lancar terkadang dengan bahasa isyarat. Henry juga kehilangan dua testis dan aorta utamanya sehingga harus menjalani operasi jantung secara rutin.

(Meiskhe/DT/dok.DailyMail)



Tags: down_syndrome