Mother&Baby Indonesia
Belajar dari Kisah Angeline (2): 8 Tanda Penyiksaan

Belajar dari Kisah Angeline (2): 8 Tanda Penyiksaan

Kisah Angeline, 8, yang tewas mengenaskan karena menjadi korban kekerasan merupakan pelajaran bagi kita semua. Sebagai orang dewasa, kita harus lebih peka terhadap kondisi anak-anak yang ada di sekitar. Karena sesungguhnya, perkembangan, keamanan, dan kenyamanan seorang anak bukan hanya tanggung jawab orangtuanya, namun juga semua orang dewasa di sekitarnya.

 

Kondisi itu pula yang kemudian menggerakkan masyarakat untuk mencanangkan kampanye #JanganDiam. Melalui kampanye ini, masyarakat diharapkan lebih aktif dan berinisiatif untuk bertindak jika menemukan kejanggalan terhadap anak-anak di sekelilingnya. Kampanye ini juga memberi informasi mengenai 8 tanda anak mengalami penyiksaan atau pengabaian, seperti dikutip dari Lifelong Learners-School of Education, yaitu:



 



  1. Memiliki lebam, luka, atau bekas luka di salah satu atau beberapa bagian tubuhnya.
  2. Mengalami pecah atau retak di hidung, mulut, dan bagian tubuh lainnya.
  3. Cara berpakaiannya tidak biasa atau tidak pada tempatnya.
  4. Pakaiannya cenderung kotor, rambut tidak terurus, dan memiliki kesehatan yang sangat buruk.
  5. Di salah satu atau beberapa bagian tubuhnya terdapat luka bekas terbakar atau terkena benda panas.
  6. Memiliki sikap agresif yang ekstrim atau malah sikap pasif yang ekstrim.
  7. Tampak kesulitan saat berkomunikasi dengan orang dewasa.
  8. Mengeluh kesakitan atau terdapat luka pada bagian pribadinya.

 

Jika Anda menemukan anak dengan tanda-tanda penyiksaan tersebut, jangan ragu untuk segera melaporkannnya kepada pihak berwajib. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita semua. Jangan diam! (Dina Christin/DC/Dok. Freedigitalphotos)



Tags: angeline,   anak_hilang,   jangan_diam,   kekerasan