Mother&Baby Indonesia
High Heels Untuk Bayi Mendapat Kecaman!

High Heels Untuk Bayi Mendapat Kecaman!

Pee Wee Pumps, perusahaan asal Pennsylvanian, menjual high heels untuk bayi dengan motto 'your daughter’s first fashion statement'. Sepatu high heels yang didesain lembut dan fleksibel itu pun dirilis dalam berbagai warna dan gaya, yaitu merah, hitam, pink, serta motif leopard.

 

Sayangnya sepatu yang dibandrol dengan harga sekitar Rp 450.000 tersebut mendapat kecaman dari para ibu di dunia. Salah satunya yaitu Gemma Johnson, CEO dari situs My Family Club. “Saya senang memakaikan pakaian-pakaian lucu untuk bayi-bayi saya lalu memotret mereka agar kelak saat usia mereka 18 tahun saya bisa menertawakan foto-foto tersebut bersama mereka.”



 

“Namun saya tidak bisa membayangkan memakaikan bayi saya high heels bersatin! Saya tidak mau mendandani mereka menjadi seperti 'wanita' atau 'mama yang sedang memakai high heels'. Saya mau mereka menjadi bayi yang tampak cantik menggunakan sesuatu yang 'lucu'. Ada apa dengan kepolosan anak-anak masa kini? Tidak heran jika selanjutnya ada lipstik untuk bayi!” ujar Gemma saat diwawancara oleh MailOnline.

 

Hal senada juga dilontarkan para ibu lainnya. “Mengapa kita sangat terobsesi mendorong anak-anak untuk tumbuh lebih cepat dari seharusnya? Mereka akan tumbuh dengan sendirinya dan suatu saat tentu merasakan pengalaman menyenangkan sekaligus menyakitkan menggunakan high heels karena suatu keperluan. Tolong biarkan bayi tetap menjadi bayi dengan tidak mendandani mereka seperti orang dewasa,” ungkap Sally Hall, salah satu ibu dari 3 anak.

 



Sepatu high heels Pee Wee Pumps tersedia di website Amazon Amerika dan Etsy.com. Dalam deskripsinya, sepatu ini didesain khusus untuk bayi 0-6 bulan, namun tidak berbahaya karena pada usia tersebut bayi masih belum bisa berjalan. Kendati demikian, ada beberapa brand lain yang juga menawarkan sepatu high heels atau wedges untuk balita 2-4 tahun. The Sun menyebutkan Pee Wee Pumps berhasil menjual koleksi sepatunya sekitar 1.000 pasang di Inggris dan Amerika.

 

Berdasarkan penjelasan Martin Haines, Biomechanics Coach dan Chartered Physiotherapist yang bekerja di Start-rite Shoes, alas kaki yang kurang tepat akan berdampak pada perkembangan anak dan kesehatannya kelak. “Otot, saraf, refleks, tulang, dan otak anak berkembang dengan sangat cepat. Kaki Si Kecil masih sangat fleksibel sebab otot-ototnya belum berkembang dengan sempurna dan belum stabil. Jadi, pola berjalannya pun masih lemah,” ucapnya.

 

Dilansir melalui Daily Mail, karena telapak kaki bayi masih datar, sepatu yang didesain untuk mereka haruslah berbentuk datar dan fleksibel. High heels sangat tidak baik untuk perkembangan kaki bayi dan balita yang masih belajar berjalan. Bagaima menurut Anda, Moms? (Sagar/DT/dok. Daily Mail UK)



Tags: bayi,   balita,   anak,   sepatu,   high_heels