Mother&Baby Indonesia
Aman & Nyaman Bermain di Playground

Aman & Nyaman Bermain di Playground

Cuaca cerah merupakan waktu yang tepat untuk mengajak anak-anak mengunjungi playground. Tidak hanya sekadar bermain, di sana Si Kecil juga berolahraga, menambah teman, belajar mengambil risiko, mengelola emosi, serta etika bersosialisasi.

 

Playground biasanya sudah dibuat seaman mungkin untuk Si Kecil, misalnya perosotan dibuat lebih pendek, peralatan bermain dipilih yang berbahan dasar plastik, atau banyak dipasang karet di sekitar alat bermain, namun tetap saja ia bisa terluka.



 

Dilansir melalui US News, data dari National Program for Playground Safety menunjukkan lebih dari 200.000 anak terpaksa dibawa ke rumah sakit setiap tahunnya akibat terluka di daycare atau playground, baik itu di dekat rumah, mall, atau sekolah. Bahkan rata-rata 15 anak meninggal setiap tahunnya di playground.

 

“Jika anak-anak, orangtua, guru, babysitter, dan pihak bertanggung jawab lainnya mampu mengakomodasi playground yang aman dan mengawasi setiap anak dengan baik, angka cedera yang terjadi tentu akan menurun," ujar Kate Cronan, dokter di Alfred I. Du Pont Horspital for Children, Wilmington, AS. Karenanya, Nemours' KidsHealth.org memberikan tips untuk orangtua supaya anak bisa bermain di playground dengan nyaman dan aman.

 

Pastikan Lingkungan Playground Aman
Heather Olsen, assistant director NPPS, menyebutkan playground harus terpelihara dengan baik tanpa ada bagian mainan yang hilang atau rusak, serta bagian tali-temali tidak tergantung sembarangan. Jika Anda melihat ada kerusakan, segera hubungi petugas playground dan laporkan adanya potensi bahaya pada anak-anak ketika bermain.

 



Tidak hanya itu, Anda pun perlu memerhatikan apakah ada karat, baut yang keluar, bagian mainan yang bisa mengait di pakaian anak, serta bagaimana pondasi playground. Sebab, hampir 70 persen anak-anak mengalami cedera akibat terjatuh.

 

Perhatikan Si Kecil Saat Bermain
Menurut Cronan kita bisa saja membuat playground paling aman bagi Si Kecil. Namun, perilaku anak-anak yang suka lupa diri saat bermain, misalnya mendorong temannya menuruni perosotan atau ketika bermain ayunan dengan kencang, membuat mereka tetap bisa mengalami cedera.

 

Si Kecil tentu tidak bisa dilarang saat bermain. Karenanya, Anda atau pengasuhnya lah yang punya peran besar menghindari risiko kecelakaan yang terjadi. Selalu berada di dekat Si Kecil agar bila ia dalam bahaya, Anda bisa langsung memperingatkan atau menolongnya.

 

Siapkan Si Kecil Sebelum Bermain
Ada sebagian playground yang berada di arena outdoor. Jika seperti itu, jangan lupa memakaikan Si Kecil sunblock dan topi untuk menghindarinya dari sengatan sinar matahari sebab kulitnya masih sangat sensitif. Kenakan Si Kecil pakaian yang nyaman supaya ia tidak kegerahan serta siapkan pula air minum agar ia tidak dehidrasi. (Sagar/DT/Dok. M&B)



Tags: balita,   anak,   bermain,   playground










Cover April 2020