Mother&Baby Indonesia
Mencampur ASI, Bahayakan Nyawa Si Kecil

Mencampur ASI, Bahayakan Nyawa Si Kecil

Berhati-hatilah jika Anda sering mengencerkan ASI, Moms. Dua orangtua dari Georgia, Herbert George Landell, 26, dan Lauren Heather Fristed, 25, kini berada di balik jeruji penjara karena dituduh “membunuh” anak mereka, Marie Landell. Landell dan Fristed dipenjara lantaran mengencerkan dan mencampur ASI yang mereka berikan pada Si Kecil. Genap 10 usia Marie, bayi tersebut meninggal dunia.

 

Selain kerap mencampur ASI dengan air yang tidak higienis, Landell dan Fristed juga menolak anaknya diberikan perawatan medis sejak dilahirkan. Faktor lain yang membuat bayi tersebut meninggal adalah karena lingkungan tempat tinggal mereka tidak bersih. Dilansir USA Today, kedua orangtua ini dituntut lantaran perilaku tidak bertanggungjawab mereka dalam merawat anak.



 

Dr. Sujatha Reddy dari Premier Care for Women, Atlanta, mengatakan bahwa bayi tidak boleh mengonsumsi air. Bayi hanya boleh mengonsumsi ASI atau susu. Kemudian setelah ia berusia antara 6 hingga 12 bulan, baru ia boleh minum air dengan jumlah yang sedikit. “ASI yang dicampurkan dengan air, apalagi yang tidak higienis, tentu sangat membahayakan nyawanya. Kita tidak tahu racun apa yang terkandung dalam air yang Anda gunakan. Karena itu, kita harus hati-hati. Kami tidak menyarankan ibu untuk mencampur ASI dengan air, apalagi untuk newborn baby. ASI murni adalah yang terbaik,” ujar Dr. Sujatha.



 

(Natasha/DT/dok.mamaexpert)



Tags: asi,   mencampur_asi,   bayi,   newborn








Cover Maret 2020