Mother&Baby Indonesia
Kelainan Tali Pusat

Kelainan Tali Pusat

Tali pusat menghubugkan janin dengan plasenta sehingga janin bisa 'makan' dan 'bernapas'. Menurut dr. Nurwansyah, Sp.OG, kelainan pada tali pusat bisa berbahaya bagi pertumbuhan janin mengingat tugasnya sebagai pembawa nutrisi dan oksigen.

 

Jika terjadi kelainan pada tali pusat, umumnya ibu juga tidak akan merasakan apa-apa. Hanya saja, jika keadaan sudah berbahaya, ibu akan merasakan gerakan janin berkurang. Anda harus waspada jika jumlah gerakan janin berkurang. Janin bergerak minimal 10 kali dalam 10 jam. Jika gerakannya kurang, lebih baik segera ke rumah sakit.
Ada beberapa kelainan tali pusat yang mungkin terjadi selama kehamilan, di antaranya.



 

1. Kelainan Ukuran
Kelainan ukuran tali pusat biasanya panjangnya tidak mencapai 50 cm. Keadaan ini memungkinkan janin jadi sulit lahir karena tertarik tali pusat yang pendek. Bisa juga diameternya kecil sehingga aliran oksigen dan nutrisi tidak optimal.

 

2. Tumor
Tumor di tali pusat bisa merupakan pertanda kelainan pada janin, tumor ini juga bisa mendesak pembuluh darah janin. Sayangnya, tumor di tali pusat tidak bisa diangkat atau dikoreksi. Sebenarnya, tumor di tali pusat bisa didiagnosis, tetapi setelah terdeteksi, dokter pun tidak bisa melakukan apa pun untuk mengatasinya.



 

3. Kelainan Pembuluh
Tali pusat yang normal terdiri dari 2 arteri dan 1 vena, tetapi dalam kondisi single umbilical arteri. Maka, tali pusat hanya memiliki 1 arteri dan 1 vena. Pembuluh yang kurang pada tali pusat merupakan pertanda adanya kelainan pada janin atau ibunya.

 

Masih ada beberapa jenis kelainan tali pusat lainnya. Baca artikel lengkapnya di Mother&Baby edisi April 2015! (SA/Aulia/dok.M&B)



Tags: ibu,   hamil,   tali_pusat,   kehamilan,  










Cover Mei-Juni-Juli 2020